• Selasa, 22 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin saat menghadiri salah satu acara di Samarinda.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama keluarga yang memiliki anggota dengan kondisi kesehatan rentan.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, paparan asap dan polusi udara berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Risiko tersebut lebih besar dialami anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis, termasuk asma dan gangguan jantung.

“Paparan polusi dan asap dari kebakaran hutan yang semakin meningkat perlu diwaspadai karena dapat membahayakan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Kaltim menyampaikan lima langkah pencegahan yang dapat diterapkan masyarakat untuk meminimalkan paparan asap.

Pertama, masyarakat disarankan lebih banyak berada di dalam rumah ketika kabut asap pekat. Pintu, jendela dan ventilasi perlu ditutup agar mengurangi masuknya udara dari luar. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi saat kualitas udara berada pada kondisi buruk.

Kedua, apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel, seperti N95 atau KN95. Penggunaan masker tersebut dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya yang terbawa di udara.

Ketiga, kualitas udara di dalam rumah juga perlu dijaga. Bagi masyarakat yang memiliki alat penjernih udara dengan filter HEPA, penggunaannya dapat dioptimalkan ketika konsentrasi asap di luar ruangan meningkat.

Sementara langkah keempat ditujukan terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronis. Mereka diminta memastikan obat-obatan rutin sesuai resep dokter tetap tersedia dan membawanya ketika bepergian.

“Penderita penyakit kronis harus memastikan obat rutin yang diresepkan dokter tetap tersedia. Saat harus keluar rumah atau bepergian, obat tersebut sebaiknya selalu dibawa,” ungkapnya.

Kelima, masyarakat diminta menjaga kebersihan tubuh sekaligus mencukupi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi air minum bersih dan matang. Setelah beraktivitas di luar rumah, tangan dan wajah dianjurkan segera dibersihkan untuk mengurangi sisa polutan yang menempel.

Ia menekankan, keluarga memiliki peran penting dalam melindungi anggota keluarga yang masuk kategori rentan selama kualitas udara belum membaik.

“Jika di dalam keluarga terdapat anak-anak, lansia, ibu hamil maupun anggota keluarga dengan kondisi kesehatan tertentu, kewaspadaan perlu ditingkatkan. Selama udara masih buruk, aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi,” katanya.

Selain melakukan pencegahan, masyarakat diminta tidak mengabaikan munculnya gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap. Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, batuk berat hingga bibir terlihat kebiruan, warga diminta segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Dinkes Kaltim menyebut sebanyak 188 puskesmas dan puluhan rumah sakit di seluruh wilayah Kalimantan Timur telah disiagakan agar memberikan pelayanan medis kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Menurutnya, upaya melindungi kesehatan masyarakat selama kondisi kabut asap membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Upaya pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dijalankan bersama. Kepedulian masyarakat sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga selama kondisi udara seperti sekarang,” pungkasnya.

Dinkes Kaltim juga akan terus memantau perkembangan kualitas udara serta mendukung kesiapan logistik kesehatan. Langkah tersebut dilakukan agar mengantisipasi meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan asap, termasuk risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (*Yud)



Pasang Iklan
Top