• Minggu, 20 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kondisi UMKM di Taman Pujasera Tenggarong, Sabtu (19/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Taman Pujasera di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai beroperasi.

Sejumlah pelaku UMKM sudah menempati gerai yang tersedia, sementara pengisian tenant lainnya dilakukan secara bertahap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Muhammad Reza mengatakan, Pujasera tersebut tidak perlu menunggu acara peluncuran untuk mulai dimanfaatkan.

Saat ini aktivitas usaha sudah berjalan dan sejumlah gerai premium yang berada di bagian depan telah terisi.

"Pujasera sudah buka. Jadi sebenarnya tidak perlu menunggu kami launching. Ini sudah berjalan, memang bertahap yang buka," kata Reza kepada KutaiRaya.com, Jumat (18/9/2026).

Ia menjelaskan pengisian tenant dilakukan secara bertahap, khususnya untuk gerai berbentuk kontainer yang berada di bagian belakang kawasan Pujasera.

Dari total 58 kontainer yang disiapkan, sekitar 80 persen di antaranya telah memiliki kontrak dengan pihak pengelola.

Pemkab Kukar menargetkan seluruh tenant dapat terisi pada September 2026.

"Kalau yang gerai premium di depan itu sudah buka semuanya. Yang bertahap itu gerai kontainer di belakang," ujarnya.

Ia mengatakan, tenant yang mengisi Pujasera nantinya berasal dari berbagai jenis usaha kuliner.

Keberagaman ini diharapkan membuat kawasan ini semakin menarik bagi masyarakat yang datang.

Meskipun demikian, proses pengelolaan dan penyewaan gerai dilakukan langsung oleh pihak pengelola Pujasera.

Sehingga besaran biaya sewa yang dibayarkan UMKM tidak ditentukan dengan satu tarif yang sama.

"Biaya sewanya ada di pihak pengelola. UMKM langsung dengan pihak pengelola. Harganya tentu berbeda-beda, yang di depan dan yang di belakang berbeda karena terkait fasilitas, listrik dan lain-lain," ujarnya.

Terkait pelaku UMKM yang menempati Pujasera, ia menyebut sebagian besar merupakan UMKM yang berada dalam binaan Dinas Koperasi dan UKM Kukar.

Namun, proses pendaftaran dan seleksi tenant tetap dilakukan oleh pihak pengelola.

Pelaku UMKM yang ingin membuka usaha di kawasan tersebut harus mendaftar dan selanjutnya mengikuti proses kurasi sesuai konsep Pujasera.

"Terutama yang berada di sini, ada UMKM binaan kami. Sistemnya daftar ke pihak pengelola, kemudian dikurasi oleh pengelola, mana yang sesuai dengan konsepnya. Itu sepenuhnya dengan pihak pengelola," tuturnya.

Ia menargetkan seluruh 58 tenant dapat terisi hingga akhir September 2026.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Ciko Julianda mengemukakan, keberadaan Pujasera menjadi pilihan baru bagi masyarakat untuk bersantai, sekaligus menikmati berbagai pilihan kuliner di Tenggarong.

Menurutnya, kawasan tersebut cukup menarik karena memiliki konsep yang berbeda dan menyediakan tempat bagi pelaku UMKM untuk berjualan.

Ia berharap semakin banyak tenant yang terisi sehingga pilihan makanan dan minuman bagi pengunjung juga semakin beragam.

"Menurut saya tempatnya cukup bagus dan menarik untuk dikunjungi. Semoga ke depannya semakin ramai dan bisa menjadi salah satu tempat nongkrong pilihan masyarakat di Tenggarong," ujarnya.

Ia juga berharap fasilitas dan kebersihan kawasan Pujasera tetap dijaga sehingga pengunjung merasa nyaman untuk datang bersama keluarga maupun teman.

"Kalau tempatnya bersih dan nyaman, tentu orang akan lebih sering datang. Mudah-mudahan UMKM yang berjualan di sini juga semakin ramai pembelinya," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top