
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.(Foto: Bul/KutaiRaya.com)
BERAU, (KutaiRaya.com): Potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Berau tidak hanya bertumpu pada bahan baku yang memiliki nilai sejak awal. Material yang selama ini dianggap sebagai limbah, termasuk cangkang kerang dan botol plastik, juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung kebersihan kawasan pesisir.
Peluang tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau seiring upaya memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mendorong pelaku UMKM untuk lebih kreatif melihat bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Menurutnya, karakter Berau sebagai daerah pesisir dan kepulauan memiliki kekayaan bahan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan khas daerah.
Sri mencontohkan cangkang kerang yang banyak ditemukan di kawasan pantai dan pulau-pulau di Berau. Bahan tersebut, kata dia, tidak semestinya hanya dipandang sebagai sampah, tetapi dapat diolah melalui sentuhan kreativitas menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Saya melihat kerang ini banyak berhamburan dan dibuang begitu saja. Padahal, setelah dibersihkan dan diolah, bisa menjadi produk yang bernilai ekonomi,” ungkap Sri.
Ia menyebut, cangkang kerang dapat dikembangkan menjadi beragam produk, seperti gantungan kunci, aksesori, ornamen hingga suvenir khas daerah. Namun, agar mampu diterima pasar, kreativitas tersebut perlu dibarengi dengan desain yang menarik, kualitas pengerjaan yang baik dan tampilan produk yang rapi.
Peluang serupa juga terdapat pada limbah botol plastik. Bahan yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan tersebut dapat dikreasikan menjadi berbagai produk kerajinan, termasuk suvenir dan aksesori.
Sri menilai, nilai sebuah produk tidak semata ditentukan oleh bahan bakunya. Kreativitas, desain, kemasan dan kualitas pengolahan menjadi faktor penting yang dapat mengubah barang sederhana menjadi produk bernilai jual.
“Jangan sampai orang melihat ini hanya sebagai barang dari botol. Kalau dipoles dan dibuat lebih bagus, nilai jualnya bisa meningkat,” katanya.
Bagi Pemkab Berau, pengembangan kerajinan berbasis bahan lokal memiliki manfaat yang lebih luas. Selain membuka peluang usaha dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat, pemanfaatan limbah juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang menjadi salah satu kekuatan pariwisata Berau.
Hal ini dinilai sejalan dengan pengembangan sektor pariwisata daerah. Keberadaan destinasi pesisir dan kepulauan tidak hanya membutuhkan lingkungan yang terjaga, tetapi juga dapat diperkuat dengan hadirnya produk ekonomi kreatif yang merepresentasikan karakter dan identitas daerah.
Produk kerajinan berbahan lokal bahkan dapat dikembangkan sebagai suvenir bagi wisatawan. Dengan demikian, aktivitas pariwisata tidak hanya memberikan dampak pada sektor jasa dan kunjungan wisata, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM masyarakat untuk ikut mengambil manfaat dari pergerakan ekonomi di kawasan destinasi.
Karena itu, Sri berharap pengembangan produk kreatif berbasis lingkungan tidak berjalan sendiri. Ia mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perusahaan, perbankan hingga organisasi nonpemerintah untuk memberikan dukungan kepada pelaku UMKM.
Dukungan tersebut dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, penyediaan peralatan produksi, pelatihan keterampilan, pengembangan desain dan kemasan, hingga pembukaan akses pasar.
“Kalau dibuat dalam jumlah besar, produk seperti ini bisa kita bawa ke pameran. Tidak semua daerah memiliki bahan seperti ini, karena kita punya karakter sebagai daerah pesisir,” tuturnya.
Bupati juga mengingatkan pelaku UMKM agar tidak berhenti pada tahap menghasilkan produk. Pengembangan usaha perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kapasitas produksi, konsistensi kualitas, inovasi desain dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.
Sri mengatakan, ketika produk lokal mampu diproduksi secara lebih terukur dan memiliki kualitas yang konsisten, peluang untuk menembus pasar yang lebih luas akan semakin terbuka.
Pemkab Berau pun melihat kreativitas masyarakat sebagai salah satu modal penting dalam memperkuat ekonomi daerah. Pengembangan UMKM berbasis potensi lokal diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus memberikan nilai tambah terhadap sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Sri berharap semakin banyak masyarakat yang melihat bahan-bahan di sekitarnya bukan sekadar sebagai limbah, melainkan sebagai peluang untuk berinovasi dan menghasilkan produk kreatif.
“Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat kita agar tidak hanya bergantung pada pemanfaatan sumber daya alam, tetapi turut bertumpu pada kreativitas, inovasi dan potensi lokal,” pungkasnya. (Adv/Bul)