• Minggu, 13 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kalapas Narkotika Kelas IIA Kota Samarinda, Puang Dirham saat membagikan beras ke keluarga WBP. Sabtu (12/09/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Kepedulian terhadap warga binaan tidak berhenti di balik tembok pemasyarakatan.

Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda memperluas perhatian tersebut kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan beras.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu menjadi bagian dari upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda membangun hubungan yang lebih dekat dengan keluarga WBP.

Bantuan kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penyerahan bantuan dipimpin langsung Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham bersama jajaran.

Dalam pelaksanaannya, Lapas turut menggandeng Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Primkopasindo) Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda.

Beras dipilih sebagai bentuk bantuan karena merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Meskipun nilainya tidak besar, bantuan ini menjadi simbol perhatian, sekaligus bentuk kehadiran jajaran pemasyarakatan bagi keluarga WBP.

“Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat bagi keluarga WBP. Setidaknya, ada sedikit kebutuhan pokok yang bisa terbantu melalui kegiatan ini,” kata Puang Dirham, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga.

Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting yang dapat membantu WBP menjalani proses pembinaan dengan lebih baik selama berada di Lapas.

“Kami memandang keluarga WBP sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan. Karena itu, perhatian kami juga perlu diarahkan kepada keluarga mereka,” ujarnya.

Puang Dirham menambahkan, kegiatan sosial tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara petugas pemasyarakatan dan keluarga WBP.

Hubungan yang baik dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih positif dalam mendukung proses pembinaan.

“Kami ingin membangun hubungan yang baik dengan keluarga WBP. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, kami berharap dukungan terhadap proses pembinaan juga semakin kuat,” tuturnya.

Ia menegaskan keberadaan Lapas bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas pembinaan dan pengamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.

“Pemasyarakatan bukan hanya soal bagaimana WBP menjalani masa pidananya, tetapi juga bagaimana kita menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian di dalamnya,” ucap Puang Dirham.

Pada kesempatan tersebut, ia mengapresiasi keterlibatan Primkopasindo yang turut mendukung pelaksanaan bakti sosial.

Menurutnya, sinergi ini menunjukkan bahwa kepedulian dapat dibangun melalui kolaborasi berbagai unsur di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami berterima kasih kepada Primkopasindo yang ikut mendukung kegiatan ini. Sinergi seperti ini penting agar manfaat yang kita berikan dapat dirasakan lebih luas,” katanya.

Kegiatan berbagi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari semangat kepedulian yang terus tumbuh di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda.

“Kami berharap semangat berbagi dan kepedulian seperti ini dapat terus dijaga. Mudah-mudahan ke depan ada kegiatan lain yang juga bisa memberikan manfaat bagi keluarga WBP maupun masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda berupaya menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan memiliki jangkauan yang lebih luas.

Perhatian kepada keluarga WBP menjadi salah satu bentuk pendekatan kemanusiaan yang diharapkan mampu memperkuat dukungan terhadap keberhasilan pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan. (Abi)



Pasang Iklan
Top