• Minggu, 13 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎Pelaksanaan Erau adat Kutai tahun 2025.(Foto: Dok. KutaiRaya.com)‎


‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Cuaca panas dan kondisi udara yang diselimuti kabut asap menjadi perhatian dalam persiapan pelaksanaan Erau 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kondisi peserta, terutama anak-anak yang terlibat dalam kegiatan.

‎Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan, salah satu penyesuaian yang dilakukan kali ini dimulai dari mengatur durasi kegiatan.

Waktu pelaksanaan akan dikelola agar rangkaian acara, khususnya yang melibatkan anak-anak, tidak berlangsung terlalu lama di tengah kondisi cuaca yang cukup panas.

‎"Kalau untuk Erau, mungkin dari sisi waktu ya, kita harus manajemen waktu. Itu nanti kita percepat," ujar Heriansyah kepada KutaiRaya.com, Jumat (11/9/2026).

‎Selain mengatur waktu kegiatan, lokasi latihan juga diberikan perhatian.

Lapangan yang digunakan untuk latihan secara rutin oleh penari massal akan disiram atau disemprot guna mengurangi debu yang beterbangan dan berpotensi mengganggu kesehatan.

‎"Saat ini yang latihan juga sebagian, 3 hari sekali itu disemprot lapangannya supaya tidak berdebu," tuturnya.

‎Kondisi udara saat ini perlu menjadi perhatian karena masyarakat ataupun penari yang didominasi anak-anak cukup rentan terdampak debu dan asap.

‎Ia berharap seluruh masyarakat dapat tetap dalam kondisi sehat selama mengikuti latihan hingga pelaksanaan Erau, tanpa mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan.

‎"Kita juga berharap anak-anak kita ini tidak ada yang mengalami ISPA atau diare karena kondisi debu saat ini atau asap," ujarnya.

‎Untuk mengurangi risiko paparan asap, Disdikbud Kukar juga akan mengingatkan komunitas yang terlibat dalam kegiatan Erau agar memperhatikan perlindungan diri, salah satunya dengan menggunakan masker saat berada di lokasi kegiatan.

‎Di sisi lain, jadwal latihan para penari juga telah disesuaikan.

Latihan tidak dilakukan sepanjang hari, melainkan lebih banyak dilaksanakan pada sore hari untuk menghindari paparan panas matahari secara langsung.

‎Disdikbud Kukar juga menyiapkan dukungan kesehatan bagi para peserta.

Selain tim medis, kebutuhan vitamin turut disiapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi fisik anak-anak selama mengikuti rangkaian kegiatan Erau.

‎Ia menambahkan, kebutuhan vitamin dipersiapkan sebelum kegiatan berlangsung.

Sedangkan untuk kebutuhan teknis dan perlengkapan di lapangan, penyediaannya menjadi tanggung jawab masing-masing komunitas yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

‎Sementara itu, Pimpinan Produksi Penari Erau, Misra Budiarto mengatakan, kondisi cuaca panas dan kabut asap menjadi perhatian dalam proses latihan penari.

Pihaknya berupaya menyesuaikan kegiatan agar para penari, khususnya anak-anak, tetap nyaman dan sehat selama menjalani latihan.

‎"Latihan kita sesuaikan, terutama dari waktu pelaksanaannya, supaya anak-anak tidak terlalu lama berada di bawah panas matahari. Kalau kondisi udara kurang baik, kita juga mendapatkan bantuan masker untuk digunakan para penari, "ujarnya.

‎Ia berharap seluruh penari tetap sehat sampai pelaksanaan Erau.

"Jadi kondisi mereka tetap kita perhatikan, mulai dari tempat latihan, waktu latihan sampai kebutuhan kesehatan," ucapnya.‎ (*Zar)



Pasang Iklan
Top