• Kamis, 10 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kajati Kaltim, Chatarina Muliana saat melantik Kolonel Cpm Raden Tri Cahyo Budi sebagai Asisten Tindak Pidana Militer (Aspidmil).(Foto: Dok. Kejati Kaltim)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur Chatarina Muliana melantik Kolonel Cpm Raden Tri Cahyo Budi sebagai Asisten Tindak Pidana Militer (Aspidmil) Kejati Kaltim, Rabu (9/9/2026).

Pelantikan, pengambilan sumpah, dan serah terima jabatan pejabat eselon III tersebut berlangsung di Aula Kejati Kaltim.

Raden Tri Cahyo Budi sebelumnya menjabat sebagai Danpomdam V/Brawijaya. Ia menggantikan Kolonel Laut (H) Joko Sutikno yang mendapat penugasan baru sebagai Sahli B Sospol Pok Sahli Koarmada II Koarmada RI.

Prosesi dipimpin langsung Kajati Kaltim Chatarina Muliana dan dihadiri Wakajati Kaltim Nur Asiah, para asisten, kepala kejaksaan negeri se-Kalimantan Timur, Kabag TU, koordinator, para kepala seksi di lingkungan Kejati Kaltim, serta anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Kaltim.

Dirinya mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Menurutnya, pejabat yang mendapatkan kepercayaan menduduki posisi baru merupakan sosok yang dinilai memiliki kualitas agar memimpin sekaligus menggerakkan satuan kerja dalam mendukung visi dan misi Kejaksaan.

Ia menegaskan, promosi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang dilakukan secara berkelanjutan agar menjawab perkembangan tugas institusi.

“Promosi dan mutasi merupakan hal yang lumrah dalam organisasi. Penempatan maupun alih tugas dilakukan agar organisasi terus bergerak dan mampu menghadapi tugas yang semakin kompleks, sehingga kinerja Kejaksaan dapat semakin baik dan adaptif,” katanya.

Ia mengingatkan, jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada institusi, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Menurutnya, jabatan baru tidak semestinya membuat seseorang menjadi tinggi hati. Sebaliknya, semakin besar tanggung jawab yang diberikan harus diikuti sikap rendah hati dan kesungguhan dalam menjalankan tugas.

“Tanda jabatan yang disematkan jangan membuat kita sombong. Dengan jabatan baru, kita justru harus semakin rendah hati dan mampu mempertanggungjawabkan amanah tersebut, terutama kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Khusus kepada Raden Tri Cahyo Budi, ia meminta agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja serta mengidentifikasi dan mempelajari berbagai persoalan yang berkaitan dengan tugas sebagai Asisten Tindak Pidana Militer.

“Gunakan akselerasi dan akurasi dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.

Selain itu, pejabat baru diminta membangun suasana kerja yang produktif, inovatif, transparan, dan akuntabel. Integritas serta orientasi pelayanan kepada masyarakat juga harus menjadi bagian utama dalam menjalankan tugas.

Ia menekankan pentingnya menjauhi segala bentuk penyimpangan maupun perbuatan tercela yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Wujudkan proses penegakan hukum yang adil, profesional, dan memberikan manfaat dengan senantiasa berpegang pada integritas,” pesannya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Raden Tri Cahyo Budi di Kalimantan Timur dan berharap tugas yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selamat datang di Bumi Etam dan selamat bekerja. Laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh sehingga penegakan hukum oleh Kejaksaan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top