• Kamis, 10 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Gubernur Kaltim, Rudy Masud saat meninjau Mall Lembuswana, Kamis (10/9/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyiapkan sejumlah pembenahan Mal Lembuswana Samarinda setelah pengelolaannya kembali ke Pemprov Kaltim. Perbaikan fasilitas hingga akses jalan dilakukan agar menghidupkan kembali pusat perbelanjaan tersebut sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Gubernur Kaltim Rudy Masud meninjau langsung kondisi Mal Lembuswana, Kamis (10/9/2026). Pada kunjungan itu, ia menyusuri seluruh lantai mal dan sempat berdialog dengan sejumlah penyewa atau tenant.

Ia mengatakan, Mal Lembuswana memiliki lokasi strategis di pusat Kota Samarinda sehingga masih memiliki potensi agar kembali menjadi salah satu pilihan masyarakat berbelanja.

“Kita akan hidupkan kembali masa kejayaan Mal Lembuswana,” ujarnya.

Pengelolaan Mal Lembuswana resmi beralih kepada Pemprov Kaltim pada 7 Agustus 2026 setelah masa kerja sama dengan PT Cipta Sumina Satresna (CSIS) berakhir. Selanjutnya, pengelolaan aset tersebut dipercayakan kepada perusahaan daerah PT Kalimantan Timur Melati Bakti Satya (KTMBS).

Sejumlah fasilitas menjadi perhatian pemerintah untuk segera dibenahi, mulai dari pendingin ruangan atau AC, penerangan, toilet hingga jalan di kawasan mal. Pemprov juga berencana memasang videotron promosi di salah satu sudut bangunan yang menghadap Simpang Empat Lembuswana.

Khusus perbaikan jalan di lingkungan mal, Rudy meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim segera melakukan penanganan.

“Tolong hitamkan semua jalan di sini. Biar pengunjung nyaman masuk ke sini,” kata Rudy kepada Plt Kepala Dinas PUPR Kaltim Irhamsyah.

Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 10 hari. Dengan target itu, jalan di lingkungan Mal Lembuswana diharapkan sudah dalam kondisi lebih baik sekitar 20 September 2026.

Pada peninjauan tersebut, sejumlah tenant juga menyampaikan harapan agar pembenahan tidak hanya dilakukan terhadap fasilitas fisik. Mereka berharap komposisi tenant semakin lengkap sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Berdasarkan data yang disampaikan pada kunjungan tersebut, Mal Lembuswana saat ini dikunjungi sekitar 8.000 orang pada hari biasa. Jumlahnya meningkat hingga sekitar 10.000 pengunjung saat akhir pekan.

Sementara jumlah kendaraan yang masuk tercatat sekitar 3.000 unit pada hari biasa dan meningkat menjadi sekitar 4.000 unit ketika akhir pekan.

Dirinya berharap peningkatan fasilitas dan pengelolaan dapat menjaga eksistensi Mal Lembuswana sekaligus menjadikannya salah satu aset produktif milik daerah yang memberikan kontribusi terhadap PAD Kaltim.

“Kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur, mari datang ke Mal Lembuswana, lihat perubahannya dan berbelanja juga di Mal Lembuswana,” ajaknya.

Selain Mal Lembuswana, Rudy turut meninjau sejumlah aset Pemprov Kaltim lainnya di Samarinda, salah satunya Hotel Claro Pandurata di kawasan Gelora Kadrie Oening.

Ia meminta akses menuju hotel dibenahi agar lebih baik dan aman. Fasilitas hotel juga dinilai perlu ditingkatkan agar menambah daya tarik bagi pengunjung.

Hotel Claro Pandurata berada di kawasan Gelora Kadrie Oening yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu tujuan warga berolahraga maupun menikmati wisata kuliner.

Hotel yang juga berada pada pengelolaan PT KTMBS itu diharapkan dapat dikembangkan menjadi aset produktif dan memberikan tambahan PAD bagi Pemprov Kaltim.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Stadion Madya Sempaja. Meski stadion tersebut tidak digunakan untuk penyelenggaraan ajang berskala nasional maupun internasional, ia meminta fasilitasnya tetap dirawat dan dibenahi.

“Walaupun tidak dipakai untuk ajang nasional atau internasional, minimal stadion ini tetap bisa digunakan untuk pemusatan latihan. Jadi harus tetap dirawat dan diperbaiki,” pesannya kepada Plt Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading.

Pada peninjauan sejumlah aset tersebut, Gubernur didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ujang Rachmad, Kepala BPKAD Kaltim Ahmad Muzakkir, Direktur Utama PT KTMBS Aji Mohammad Abidharta Wardana Hakim, serta Direktur Utama PT Bara Kaltim Sejahtera Nidya Listiyono. (*Yud)



Pasang Iklan
Top