• Kamis, 10 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meninjau langsung pembangunan sekolah terpadu di kawasan Perumahan Grand City menunjukkan, Kamis (10/9/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pembangunan sekolah terpadu yang akan menjadi lokasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SMP Negeri 29 Balikpapan di kawasan Perumahan Grand City menunjukkan progres lebih cepat dari target.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meninjau langsung pembangunan sekolah tersebut, Kamis (10/9/2026). Berdasarkan laporan konsultan dan hasil peninjauan di lapangan, progres pembangunan kini telah mencapai sekitar 70 persen.

Rahmad mengatakan, capaian tersebut berada di atas target pekerjaan pada periode September 2026 yang seharusnya baru sekitar 40 persen.

“Harusnya baru 40 persen, tetapi di pertengahan September ini sudah mencapai informasi dari konsultan 70 persen. Kalau saya lihat memang sekitar 70 persen, tidak lebih,” kata Rahmad.

Ia berharap pekerjaan dapat diselesaikan paling lambat November 2026 sehingga fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan.

“Kita berharap paling tidak di bulan 11 ini sudah rampung. Jangan sampai melewati tahun. Kalau sudah rampung, ini baik, sehingga penerimaan siswa tahun 2027 sudah bisa dilakukan,” ujarnya.

Rahmad menegaskan pembangunan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan seiring pertumbuhan kawasan permukiman di Balikpapan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengembang Grand City yang menyerahkan lahan sebagai fasilitas umum untuk kemudian dimanfaatkan pemerintah sebagai sarana pendidikan.

“Ini lahan Grand City yang diserahkan ke pemerintah sebagai fasum. Kita bangun untuk sarana pendidikan,” jelasnya.

Tak hanya sekolah, pemerintah juga berencana membangun rumah ibadah di kawasan tersebut. Menurut Rahmad, keberadaan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah diharapkan mendukung pembentukan karakter peserta didik secara seimbang.

“Pendidikan intelektual dan spiritual harus sejalan. Anak-anak kita bukan hanya pintar secara intelektual, tetapi juga cerdas dengan nilai-nilai spiritual,” katanya.

Sekolah terpadu tersebut nantinya terdiri atas PAUD dan SMPN 29 Balikpapan. Untuk SMP, kapasitas awal dirancang sekitar 12 ruang kelas, sedangkan PAUD memiliki sekitar enam ruang.

Rahmad mengatakan kapasitas sekolah masih dapat dikembangkan mengikuti pertumbuhan jumlah peserta didik. Lahan yang tersedia juga dinilai masih mencukupi untuk penambahan ruang kelas apabila kebutuhan meningkat.

Bahkan, Pemkot Balikpapan tengah menjajaki kemungkinan pengembangan jenjang pendidikan hingga tingkat SMA di kawasan tersebut.

“Kita minta kalau memang masih ada lahan, provinsi nanti bisa membangun SMA, seperti yang ada di Islamic Center,” ujarnya.

Pemkot akan berkomunikasi dengan pihak Grand City terkait kemungkinan tambahan lahan sekitar satu hektare yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan SMA.

Menurut Rahmad, pengembangan fasilitas pendidikan tersebut penting untuk mengantisipasi pertumbuhan kawasan dan kebutuhan pendidikan masyarakat di masa mendatang.

Rahmad mengatakan pembangunan SMPN 29 merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur pendidikan yang dilakukan Pemkot Balikpapan selama masa kepemimpinannya.
“Dalam periode saya hampir lima tahun, sudah tujuh sekolah yang kita bangun,” katanya.

Meski pemerintah terus membangun sekolah negeri, Rahmad menegaskan kebijakan tersebut bukan untuk mematikan sekolah swasta. Pemerintah justru mendorong kolaborasi agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan akses pendidikan berkualitas.

Saat ini, kata dia, terdapat 15 sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan pendidikan, termasuk uang pangkal, SPP, hingga seragam bagi peserta didik yang masuk dalam skema kerja sama.

“Tidak ada perbedaan. Yang membedakan hanya S dengan N, swasta dan negeri. Mutunya harus sama semua,” tegasnya.

Kontraktor pelaksana pembangunan SMPN 29 Balikpapan, Ahmad Hasyim dari PT Norma Noor, mengatakan progres pekerjaan saat ini telah mencapai 70 persen.

Pihaknya menargetkan pekerjaan utama dapat diselesaikan pada Oktober 2026, sementara proses finishing secara keseluruhan ditargetkan rampung pada November.

“Alhamdulillah, sekarang sudah mencapai 70 persen. Target kami akhir bulan ini sudah selesai. Tetapi finishing keseluruhan itu bulan 11 dan tidak ada lagi kegiatan di sana,” kata Ahmad.

Ia menyebut selama pelaksanaan pembangunan tidak terdapat kendala berarti. Bahkan, pekerja melakukan pekerjaan siang dan malam untuk mengejar target penyelesaian.

Ahmad juga menyampaikan terdapat usulan pekerjaan tambahan berupa pembangunan turap di belakang sekolah PAUD. Jika disetujui Pemkot Balikpapan, pekerjaan tersebut diperkirakan menambah sekitar 10 persen dari keseluruhan pekerjaan.

Selain itu, terdapat arahan penambahan instalasi pendingin ruangan (AC). Menurut Ahmad, fasilitas tersebut belum tercantum dalam gambar awal pembangunan sehingga penambahannya akan diproses melalui perubahan pekerjaan atau Contract Change Order (CCO).

“Dari awal gambar kami tidak ada. Dari Dinas Pendidikan mengarahkan tambahan CCO dan sekarang sedang dikerjakan,” ujarnya.

Ahmad menambahkan, PT Norma Noor sebelumnya juga telah mengerjakan pembangunan SMPN 27 Balikpapan dan saat ini tengah melaksanakan pembangunan SMKN 7 di kawasan Somber. (Las)



Pasang Iklan
Top