• Kamis, 10 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Potret tekanan air keran di salah satu perumahan di wilayah Jalan Jakarta 1, Lok Bahu, Samarinda. Rabu (9/9/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Samarinda mulai terdampak kondisi sumber air baku dan meningkatnya kadar klorida Sungai Mahakam.

Warga Perumahan di Jalan Jakarta 1, Kelurahan Lok Bahu, turut mengeluhkan tekanan air yang menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam percakapan di grup WhatsApp (WA), warga turut khawatir dengan kondisi tekanan air bersih yang kian menurun.

“Sudah mengalir, tapi tidak deras,” keluh seorang warga dalam diskusi grup WA mengenai kondisi distribusi air bersih di kawasan tersebut.

Warga juga menyebut aliran air tidak lagi mampu mencapai tandon rumah.

Kondisi itu membuat masyarakat harus memanfaatkan waktu ketika air mengalir untuk mengisi dan menampung persediaan.

Warga juga mendapat informasi bahwa IPA Cendana dan IPA Tirta Kencana telah mengalami pengurangan jam operasional.

Sementara itu, apabila intrusi air laut mencapai intake Loa Bakung, IPA Loa Bakung berpotensi berhenti berproduksi.

“Distribusi air akan berdampak ke Jalan Jakarta dan sekitarnya,” demikian informasi yang disampaikan dalam diskusi grup warga.

Kondisi ini sejalan dengan informasi yang disampaikan Perumda Tirta Kencana Samarinda melalui siaran pers di akun Instagram resminya.

Direktur Utama Perumda Tirta Kencana, Noor Wahid Hasyim menyampaikan bahwa perusahaan kini menetapkan kondisi siaga menyusul perubahan kadar klorida di Sungai Mahakam.

Dalam pengumuman disebutkan, kadar klorida Sungai Mahakam saat ini bergerak dari kondisi waspada menuju kondisi siaga.

Kondisi ini berdampak terhadap operasional sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Samarinda.

Perumda Tirta Kencana menyatakan 9 IPA untuk sementara mengalami pengurangan jam operasional.

Instalasi tersebut meliputi, IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, IPA Selili, IPA Samarinda Seberang, IPA Tirta Kencana, dan IPA Cendana.

“Sehubungan dengan kondisi kemarau El Nino, dengan ini disampaikan bahwa IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, IPA Selili, IPA Samarinda Seberang, IPA Tirta Kencana dan IPA Cendana untuk sementara dilakukan pengurangan jam operasional,” demikian keterangan Perumda Tirta Kencana.

Pengurangan jam operasional dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi air baku.

Perumda menyebut operasional IPA akan kembali normal setelah kondisi sumber air baku surut dan kadar klorida kembali berada di bawah 250 ppm, sesuai batas standar yang ditetapkan.

Setelah kondisi air baku memenuhi batas yang ditentukan, proses produksi air akan diaktifkan kembali secara bertahap.

Di tengah pengurangan jam operasional tersebut, pelanggan di wilayah yang alirannya masih tersedia diimbau memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menampung air.

“Pelanggan di wilayah terdampak yang masih mengalir, diimbau untuk menampung air terlebih dahulu serta menghemat penggunaan air selama kondisi ini berlangsung,” tulis Perumda Tirta Kencana.

Kondisi tekanan air yang menurun juga dirasakan warga Perumahan Paras I.

Selain aliran yang tidak deras, air disebut tidak mampu mencapai tandon rumah warga.

Warga berharap reservoir di kawasan tersebut terus dipantau dan dapat diisi secara optimal sehingga tersedia cadangan ketika tekanan distribusi kembali menurun.

Perumda Tirta Kencana juga menyiapkan skema pelayanan alternatif untuk membantu masyarakat selama kondisi siaga berlangsung.

Salah satunya melalui Terminal Mandiri dengan memanfaatkan sumur bor milik masyarakat.

“Masyarakat yang memiliki sumur bor diharapkan untuk dapat berbagi kepada warga di sekitarnya melalui pola ‘Terminal Mandiri’ dan dapat berkoordinasi dengan RT/lurah setempat untuk proses pelayanannya,” demikian imbauan Perumda.

Selain itu, Terminal Umum pada masjid, musala, atau tempat ibadah yang memiliki daya tampung air besar diharapkan dapat diaktifkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.

Pengambilan air di Terminal Umum nantinya diatur oleh lurah, RT, atau tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, untuk kebutuhan air minum dan memasak, Perumda juga menyiapkan sejumlah Terminal IPA.

Lokasinya berada di IPA Palaran, IPA Bantuas, IPA Pulau Atas, IPA Makroman, dan IPA Sungai Kapih.

Sementara itu, kebutuhan air melalui tangki pengisi Terminal Umum dapat diajukan melalui RT atau lurah setempat dan selanjutnya dikoordinasikan secara terpusat oleh satgas.

Perumda Tirta Kencana meminta masyarakat bersama-sama menghemat penggunaan air selama kondisi siaga.

Langkah ini diperlukan untuk menjaga ketersediaan air di tengah kondisi sumber air baku yang belum kembali normal.

“Mohon kerja sama masyarakat untuk hemat air, dan bersama berdoa untuk segera ada hujan di Kota Samarinda,” demikian imbauan Perumda Tirta Kencana. (Abi)



Pasang Iklan
Top