• Kamis, 10 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Heriansyah, Rabu (9/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kekurangan guru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih terus terjadi, sementara tenaga pendidik yang pensiun terus bertambah.

Setiap bulan, rata-rata 10 hingga 15 guru memasuki masa purna tugas, sehingga kebutuhan guru di sekolah terus menjadi perhatian.

Kondisi ini membuat Pemkab Kukar kini tengah membenahi dan mencocokkan data kebutuhan guru di setiap sekolah.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti sekolah mana yang kekurangan tenaga pengajar, serta mata pelajaran apa yang paling membutuhkan tambahan guru.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah.

"Memang kondisi kita saat ini kekurangan guru. Oleh karena itu kita bergerak dari data ini. Data harus kita benahi betul-betul, sehingga kekurangan guru kita itu guru apa, guru mata pelajaran apa. Tentunya ini harus kita atasi," ujar Heriansyah kepada KutaiRaya.com, Rabu (9/9/2026).

Ia mengatakan, rekonsiliasi dan pencocokan data masih dilakukan.

Sementara itu, jumlah guru yang memasuki masa pensiun terus bertambah.

Ia mengaku setiap pekan harus menandatangani Surat Keputusan Pensiun (SKPP) bagi guru yang memasuki masa purna tugas.

Dalam sebulan, jumlahnya rata-rata mencapai 10 hingga 15 orang.

"Kalau kita kalikan dengan 10, berarti satu tahun itu ada 120 guru yang pensiun," katanya.

Kondisi ini nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan formasi untuk perekrutan tenaga guru melalui jalur ASN, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Meskipun demikian, pemenuhan kebutuhan guru tidak hanya soal menambah jumlah tenaga pengajar.

Kompetensi guru juga dinilai penting agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Menurutnya, guru harus dibekali kemampuan yang cukup sehingga tidak hanya mampu menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga dapat mendidik dan menjadi teladan bagi murid.

"Guru itu tidak hanya bisa mengajar ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana dia bisa mendidik, menjadi role model bagi murid-muridnya. Yang paling penting, dia mengajar dengan hati," tuturnya.

Kekurangan guru sendiri tidak hanya terjadi di satu wilayah.

Kondisi ini tersebar di sejumlah sekolah di Kukar.

Salah satu sekolah yang masih merasakan kekurangan guru, yakni di SMP Negeri 2 Tenggarong.

Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus mengemukakan, sekolahnya masih membutuhkan guru untuk mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya.

Ia telah berkoordinasi dengan Disdikbud Kukar.

Kondisi kebutuhan guru juga dilaporkan secara rutin setiap bulan.

Namun, ia masih harus menunggu proses perekrutan PPPK untuk mengisi kekosongan tersebut.

Sembari menunggu, ia menggunakan tenaga guru yang sudah ada untuk sementara ditempatkan pada bidang yang masih kekurangan pengajar.

"Harapannya kekosongan guru ini bisa terisi secepatnya," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top