• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Camat Sangasanga, Sudarmadi, Selasa (1/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kemarau panjang membawa dampak serius bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Tak hanya menyebabkan kekeringan, kondisi ini juga memicu masuknya air laut ke aliran sungai hingga membuat air menjadi asin dan tidak layak dikonsumsi.

Intrusi air laut tersebut dirasakan di sejumlah kecamatan, salah satunya Kecamatan Sangasanga.

Kondisi ini turut berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat dan aktivitas UMKM yang bergantung pada ketersediaan air.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak telah turun langsung untuk menangani persoalan intrusi air laut tersebut.

"Teman-teman bisa lihat sendiri, kami bersama Pak Kapolres sudah turun langsung memetakan. Sekarang Anggana, Sangasanga sudah ditangani oleh PDAM," ujar Aulia, Rabu (2/9/2026).

Ia berharap penanganan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat yang terdampak kembali mendapatkan pasokan air bersih seperti biasanya.

Sementara itu, Camat Sangasanga, Sudarmadi menjelaskan intrusi air laut sudah masuk ke aliran Sungai Sangasanga yang merupakan anak Sungai Mahakam.

Menurutnya, kadar air saat ini sudah berada di atas ambang batas sehingga masyarakat diminta tidak menggunakan air PDAM untuk kebutuhan makan dan minum.

"Kalau masalah intrusi air laut, memang di Sangasanga saat ini sudah masuk air laut ke sungai. Bukan Sungai Mahakam, tetapi anak Sungai Mahakam, yakni Sungai Sangasanga," katanya.

Ia mengemukakan, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, kadar air sudah mencapai sekitar 1.000 dan dinilai telah melewati ambang batas.

Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat menggunakan air PDAM hanya untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

"Kami sudah mengimbau seluruh warga tidak menggunakan air PDAM untuk dikonsumsi, baik untuk minum, memasak maupun membuat sayur. Karena bisa berdampak negatif terhadap kesehatan," tuturnya.

Ia menjelaskan kondisi ini terjadi akibat debit air sungai yang terus menyusut selama kemarau panjang.

Saat air sungai berkurang, air laut kemudian masuk ke aliran sungai sehingga air menjadi asin.

Untuk mengatasi kebutuhan air bersih dalam jangka pendek, PDAM Kukar akan memasok air tawar menggunakan mobil tangki ke masyarakat Sangasanga.

Air yang telah melalui proses pengolahan akan diangkut menggunakan armada water supply untuk memenuhi kebutuhan warga.

Pasokan air tersebut akan melibatkan PDAM Kukar dan dapat didukung armada dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar yang memiliki kendaraan tangki.

Selain penanganan jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih di wilayah terdampak.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) dari Void ABN.

Berdasarkan pengecekan, lokasi tersebut memiliki debit air yang dinilai cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Pak Bupati bersama PDAM berencana membangun IPA dari Void ABN. Debit airnya cukup untuk kebutuhan Kecamatan Sangasanga, bahkan sampai Muara Jawa," ucapnya.

Namun, pembangunan jaringan tersebut membutuhkan waktu karena harus melalui proses penganggaran dan persiapan teknis.

Di sisi lain, ia mengatakan, kondisi intrusi air laut juga sempat membuat PDAM mempertimbangkan penghentian sementara produksi karena air asin berisiko menyebabkan korosi pada mesin.

Namun, pemerintah kecamatan meminta agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, meskipun tidak selama kondisi normal.

"PDAM kemarin meminta izin supaya produksinya sementara dihentikan karena mesinnya mudah korosi. Tapi kami minta masyarakat tidak resah. Tetap dialirkan, tetapi tidak 24 jam. Ada waktu tertentu air dialirkan," tuturnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top