• Sabtu, 29 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kondisi Danau Tanjung Sarai di Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Jumat (28/8/2026).(Foto: Pokdarwis Desa Kedang Murung)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Surutnya Danau Tanjung Sarai di Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sempat membuat jumlah pengunjung wisata tersebut menurun.

Sebelum terjadinya musim kemarau, pengunjung diperkirakan mencapai ratusan dalam sehari, namun pada kondisi danau surut, sempat mengalami penurunan.

Danau Tanjung Sarai sebelumnya dikenal sebagai salah satu daya tarik wisata di desa tersebut.

Namun memasuki musim kemarau, air danau terus surut hingga kini terlihat hamparan dasar danau yang mulai ditumbuhi rerumputan.

Kondisi ini sempat menjadi perhatian setelah foto dan video Danau Tanjung Sarai yang mengering beredar di media sosial.

Meskipun begitu, kondisi danau yang kering ternyata perlahan kembali menarik minat wisatawan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kedang Murung, Siti Nurhania mengatakan, penurunan pengunjung memang terjadi ketika air danau mulai surut.

"Karena salah satu daya tarik wisata kita kan memang danaunya. Jadi ketika air mulai mengering, pengunjung sempat turun," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Jumat (28/8/2026).

Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama.

Setelah air danau benar-benar mengering, jumlah pengunjung mulai kembali meningkat.

Salah satu yang menjadi daya tarik baru adalah hamparan rumput yang tumbuh di dasar danau.

"Apalagi sekarang sudah mulai tumbuh rumput di sekitar area danau, itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung," katanya.

Kondisi rumput yang tumbuh di dasar Danau Tanjung Sarai memiliki kemiripan dengan kondisi yang terlihat di kawasan wisata Desa Pela.

"Jadi ketika air surut dan mengering, rumput-rumput itu mulai tumbuh dan bisa menjadi pemandangan yang menarik bagi pengunjung," tuturnya.

Meskipun air danau sedang kering, pengelola wisata tetap berupaya memanfaatkan kondisi tersebut dengan menawarkan suasana dan pemandangan yang berbeda kepada wisatawan.

Sebab, saat air danau masih ada, pengunjung biasanya dapat menikmati aktivitas menggunakan kapal atau perahu dayung untuk berkeliling kawasan danau.

Namun, aktivitas tersebut untuk sementara tidak dapat dilakukan ketika air surut.

"Jadi sementara ini yang kita jual lebih kepada pemandangannya. Pengunjung bisa menikmati kondisi danau yang sedang kering, melihat rumput-rumput yang tumbuh, kemudian kita juga punya beberapa wahana lain," tuturnya.

Selain pemandangan alam, wisatawan masih dapat menikmati sejumlah fasilitas lain yang tersedia di kawasan tersebut, di antaranya Rainbow Slide dan wahana permainan anak berupa mobil-mobilan.

"Jadi meskipun aktivitas di danaunya tidak bisa dilakukan, masih ada beberapa fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung," ujarnya.

Untuk penginapan, lanjut dia, sebenarnya pihaknya sudah membuat homestay, tapi untuk sekarang masih belum dibuka atau belum beroperasi untuk umum, jadi masih dalam tahap persiapan.

"Ya, semoga semakin ramai. Sekarang kan rumputnya mulai tumbuh dan semakin banyak, jadi orang-orang mulai datang untuk berwisata, ada yang camping, ada juga yang sekadar piknik," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus mengatakan, kondisi Danau Tanjung Sarai yang surut tidak harus selalu dilihat sebagai kendala bagi pengembangan pariwisata.

Menurutnya, perubahan kondisi alam tersebut justru dapat menjadi potensi baru yang bisa dikembangkan oleh pengelola wisata.

"Kalau memang kondisi danaunya sedang surut, tentu aktivitas wisata yang berkaitan dengan air menjadi terbatas. Tapi bukan berarti wisatanya berhenti. Ini bisa menjadi peluang untuk mengembangkan daya tarik lain yang sesuai dengan kondisi alam yang ada," ujarnya.

Dia berharap objek wisata ini tetap berkembang.

Jangan hanya ketika air danaunya penuh kemudian ramai, tetapi ketika surut juga harus ada sesuatu yang bisa ditawarkan kepada wisatawan.

"Sehingga wisata tetap berjalan dan masyarakat sekitar juga bisa mendapatkan manfaat ekonominya," katanya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top