• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pertemuan Pj Sekretaris Daerah Balikpapan Agus Budi Prasetyo didampingi Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Andi Yusri dengan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu di Balai Kota Balikpapan, Kamis (27/8/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemindahan monumen makam Jepang dari Samarinda ke kawasan Lamaru, Balikpapan, membuka peluang pengembangan wisata sejarah sekaligus mempererat kerja sama Balikpapan dengan Jepang.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Balikpapan Agus Budi Prasetyo didampingi Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Andi Yusri dengan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu di Balai Kota Balikpapan, Kamis (27/8/2026).

Takonai Susumu hadir didampingi stafnya, Muchamad Zinuri. Kunjungan tersebut dilakukan setelah proses pemindahan monumen makam dari Samarinda ke kawasan Lamaru selesai.

Agus mengatakan, keberadaan makam tersebut nantinya menjadi lokasi ziarah bagi rombongan dari Jepang yang datang ke Balikpapan untuk mengenang para korban perang.

“Beliau menyampaikan bahwa proses pemindahan makam sudah selesai dan ditempatkan di Lamaru. Kawasan itu menjadi tempat ziarah para korban perang,” kata Agus.

Menurutnya, kunjungan warga Jepang ke lokasi tersebut diperkirakan berlangsung secara rutin. Kondisi itu dinilai dapat menjadi potensi pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata sejarah di Balikpapan.

Namun, di balik potensi tersebut, aspek keamanan dan ketertiban kawasan menjadi perhatian. Pihak Konsulat Jenderal Jepang meminta dukungan Pemkot Balikpapan untuk menjaga kawasan makam dari aktivitas yang dapat mengganggu fungsi lokasi sebagai tempat ziarah.

Agus menyebut saat ini mulai terdapat pedagang yang merambah kawasan tersebut. Karena itu, penataan dan pengamanan diperlukan agar kawasan tetap terjaga.

“Beliau juga meminta bantuan untuk pengamanan kawasan itu, karena banyak pedagang kita yang mulai merambah ke kawasan tersebut,” ujarnya.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang peningkatan kerja sama Balikpapan dengan Jepang di sejumlah bidang. Salah satunya pendidikan dan pengelolaan persampahan.

Pemkot Balikpapan turut menawarkan peluang investasi kepada investor Jepang, terutama pada sektor strategis seperti penyediaan air bersih dan pengelolaan persampahan.

“Kami menyampaikan kalau ada investor Jepang yang ingin ke Balikpapan, seperti air bersih dan pengelolaan persampahan, itu menjadi potensi investasi yang bisa dilakukan,” jelas Agus.

Menurut Agus, Konsul Jenderal Jepang menyambut baik peluang tersebut. Kedua pihak juga sepakat bahwa hubungan kerja sama yang selama ini telah terjalin perlu terus ditingkatkan dan diperluas.

Sementara itu, terkait status kawasan makam sebagai cagar budaya, Agus menegaskan bahwa lokasi tersebut belum berstatus definitif sebagai cagar budaya.

Meski telah terdapat tulisan yang menyebut kawasan tersebut sebagai cagar budaya, secara regulasi proses penetapannya masih berjalan. Saat ini masih dilakukan tahapan pengusulan dan penilaian sebelum keputusan penetapan dikeluarkan.

“Secara regulasi belum definitif, masih dalam proses pengusulan cagar budaya. Masih menunggu hasil penilaian dan keputusan terkait kawasan tersebut,” pungkasnya.

Pemkot Balikpapan berharap pemindahan makam tidak hanya memperkuat hubungan sejarah antara Indonesia dan Jepang, tetapi juga membuka peluang pengembangan wisata sejarah serta kerja sama di bidang pendidikan, lingkungan, dan investasi. (Las)



Pasang Iklan
Top