• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Salah Satu PJU mati yang berada di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, Rabu (26/8/2026).(Foto: Dok. Warga)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Viralnya kondisi Jalan Poros Tenggarong-Samarinda yang gelap di media sosial ternyata bukan disebabkan kerusakan biasa.

Kabel listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) sepanjang 17 tiang dilaporkan hilang diduga dicuri.

Hal ini membuat sejumlah titik jalan minim penerangan dan menimbulkan kecemasan bagi para pengendara yang melintas pada malam hari.

Kondisi gelap di jalan tersebut belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Banyak pengendara mengeluhkan minimnya penerangan karena dinilai mengganggu jarak pandang saat berkendara, terutama di malam hari.

Selain itu, masyarakat juga mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat memicu terjadinya aksi kriminalitas di kawasan yang gelap.

Salah satu warga yang sering melintas di Jalan tersebut, Danang Nurdian mengaku waswas setiap kali harus melintasi Jalan Poros Tenggarong-Samarinda pada malam hari.

Menurutnya, keberadaan lampu jalan sangat penting bagi keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat yang beraktivitas hingga larut malam.

"Kadang pulang malam melewati Jalan Poros cukup waswas, mulai dari penglihatan kita yang kurang karena penerangan yang minim, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya kriminalitas," ujar Danang kepada KutaiRaya.com, Kamis (27/8/2026),

Ia berharap persoalan tersebut segera mendapat penanganan serius dari pemerintah serta aparat penegak hukum agar dapat mengungkap pelaku pencurian kabel PJU yang meresahkan masyarakat.

"Semoga hal ini bisa teratasi dengan baik dan para pelakunya bisa ditemukan," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi membenarkan bahwa sejumlah lampu jalan di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda padam akibat kabel instalasi PJU dicuri.

Ia mengatakan, pencurian ini terjadi dua kali dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Kejadian pertama menyasar kabel pada sekitar 10 tiang dengan panjang kurang lebih 700 meter.

Sedangkan kejadian kedua terjadi pada 7 gawang dengan panjang kabel sekitar 500 meter.

"Kejadian dalam bulan ini sudah ada dua kali," katanya.

Dari hasil pengecekan di lapangan, kabel diduga dipotong pada bagian yang berada di dekat tiang sehingga pelaku diperkirakan memanjat tiang untuk mengambil kabel tersebut.

Pencurian kabel PJU bukan kali pertama terjadi di jalan Poros Tenggarong-Samarinda tersebut.

Kasus yang sama pernah terjadi sebelumnya, meskipun lebih dari setahun terakhir kawasan itu relatif aman sebelum kembali terjadi aksi pencurian pada Agustus 2026.

Bahkan, kawasan Jongkang sekitar 3 bulan lalu mengalami kejadian yang sama.

Saat itu sekitar 7 titik PJU mengalami pemadaman akibat kabel listriknya dicuri.

"Jadi untuk kejadian ini, saya sudah perintahkan untuk melakukan pengawasan dan melapor ke kepolisian karena sudah 2 kali kejadian," tuturnya.

Ia menerangkan sistem kelistrikan PJU di sejumlah titik menggunakan satu rangkaian yang dapat menghidupkan sekitar 20 lampu sekaligus.

Sehingga ketika kabel pada satu rangkaian hilang, seluruh lampu yang terhubung otomatis ikut padam.

Akibat kondisi ini, Dishub Kukar menerima cukup banyak keluhan dari masyarakat.

Sebagian warga mengira lampu jalan mengalami gangguan teknis, padahal setelah dilakukan pemeriksaan diketahui penyebabnya adalah kabel instalasi yang telah dicuri.

"Yang meresahkan ini ada komplain dari masyarakat, lampu rusak, tahu-tahunya kabelnya yang dicuri," ujarnya.

Saat ini Dishub Kukar tengah melakukan perbaikan terhadap jaringan PJU yang terdampak agar penerangan di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda dapat kembali berfungsi normal.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemantauan melalui patroli rutin sekitar satu kali dalam sepekan sebagai upaya mengawasi fasilitas umum tersebut.

Kendati demikian, hingga kini Dishub belum mengetahui siapa pelaku maupun bagaimana modus pencurian yang dilakukan.

Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku pencurian kabel listrik tersebut.

Ia menegaskan keberadaan PJU merupakan fasilitas umum yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kenyamanan, keselamatan, dan keamanan masyarakat yang melintas di jalan poros tersebut pada malam hari. (*Zar)



Pasang Iklan
Top