
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Kamis (20/8/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengusulkan rekayasa cuaca untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap lahan pertanian dan mencegah terjadinya gagal panen.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menentukan sejumlah titik yang dinilai membutuhkan rekayasa cuaca, terutama kawasan pertanian.
Menurutnya, langkah ini penting dilakukan karena berdasarkan perkiraan BMKG, hujan baru berpotensi kembali turun pada Oktober 2026.
Kondisi ini dikhawatirkan berdampak terhadap tanaman padi yang saat ini masih dalam masa pertumbuhan.
"Yang kita khawatirkan adalah ketika tidak terjadi hujan dalam waktu dekat. Jadi masih agak panjang kemaraunya," ujarnya kepada awak media, Kamis (20/8/2026).
Ia menjelaskan Pemkab Kukar telah mengirimkan data mengenai sejumlah titik yang menjadi prioritas untuk dilakukan rekayasa cuaca.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu menciptakan hujan lokal di kawasan pertanian yang membutuhkan pasokan air.
"Sehingga diharapkan ada beberapa titik dilakukan rekayasa sehingga hujan lokal itu bisa terwujud," katanya.
Sambil menunggu pelaksanaan rekayasa cuaca, Pemkab Kukar juga melakukan langkah langsung di lapangan dengan mengalirkan air ke area persawahan menggunakan pompa dan selang.
Ia menerangkan sumber air terdekat dimanfaatkan untuk mengairi kawasan irigasi yang telah dibangun, sehingga tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air di tengah kondisi kemarau.
"Kita mengalirkan air-air terdekat dengan bantuan pompa dan selang untuk mengaliri kawasan-kawasan irigasi yang sudah kita bangun. Sehingga air itu bisa mengaliri sawah-sawah yang ada di sekitar," ujarnya.
Salah satu lokasi yang telah mendapatkan penanganan berada di wilayah Tenggarong Seberang.
Di kawasan ini ada sekitar 25 hektare lahan sawah yang kini sudah dapat dialiri air.
"Kita pakai pompa, ambil air dari Mahakam," ucapnya.
Ia mengemukakan, kondisi tanah di kawasan tersebut sebelumnya mulai merekah akibat kekeringan.
Namun setelah mendapat pasokan air, kondisi tanaman padi dinilai masih cukup aman.
"Di Kertabuana kita arahkan 3 pompa di sana. Itu mengaliri 209 hektare sawah. Memang tanahnya sudah merekah-merekah, tapi kemarin dengan teraliri air tersebut kita yakin," katanya.
Ia mengatakan, rata-rata tanaman padi di kawasan tersebut telah berusia sekitar 2 bulan dan diperkirakan masih membutuhkan waktu satu hingga satu setengah bulan, sebelum memasuki masa panen.
"Harapan kita proses penanaman padinya ini tidak terganggu, sehingga produksi padi di tempat kita juga tidak terganggu," ujarnya.
Sejumlah wilayah menjadi perhatian dalam upaya pengairan maupun rencana rekayasa cuaca, seperti Tenggarong, Sebulu dan Tenggarong Seberang.
Sementara itu, wilayah Tabang juga diproyeksikan menjadi salah satu titik rekayasa cuaca.
"Kita lebih senang kalau lebih banyak titik bisa dialiri. Karena tentunya kami juga paham bahwa biaya untuk melakukan rekayasa ini tidak murah. Tapi sekali lagi, mindset pemerintah adalah bagaimana bisa membawa manfaat yang seluas-luasnya untuk kepentingan masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengatakan, pemerintah daerah masih menunggu perkembangan kondisi cuaca hingga akhir September atau awal Oktober.
Jika hujan belum turun sesuai perkiraan, rekayasa cuaca akan menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk membantu menurunkan hujan di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
"BMKG sudah melaporkan bahwa hujan akan terjadi di bulan Oktober," katanya.
Ia berharap hujan dapat turun lebih cepat sehingga kondisi pertanian dan kebutuhan masyarakat tidak semakin terdampak kemarau.
Untuk wilayah Kaltim, beberapa daerah yang menjadi perhatian dalam rencana tersebut, antara lain Tabang di Kukar, serta sejumlah wilayah di Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
"Semoga di bulan September sudah ada hujan, sehingga Mahakam Ulu bisa mendapatkan bantuan yang lebih baik lagi," ucapnya. (*Zar)