• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pemprov kaltim saat menggelar salat istisqa, Jumat (21/8/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk menggelar salat istisqa sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi dampak musim kemarau panjang.

Kemarau yang terjadi mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih, kekeringan lahan, hingga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kaltim.

Imbauan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim, Puguh Harjanto, usai mengikuti salat istisqa di Masjid Nurul Mu’minin, Jalan Gunung Arjuna, Samarinda, Jumat (21/8/2026).

Puguh yang hadir mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, salat istisqa merupakan salah satu ikhtiar batiniah yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat di tengah kondisi kemarau.

Menurutnya, pemerintah tetap melakukan berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan di lapangan untuk mengantisipasi dampak kekeringan maupun ancaman karhutla.

“Musim kemarau panjang yang kita hadapi telah memberikan dampak kepada masyarakat. Ketersediaan air bersih semakin terbatas, lahan mengalami kekeringan, dan risiko kebakaran hutan dan lahan juga meningkat,” katanya.

Ia menegaskan, menghadapi kondisi tersebut tidak cukup hanya mengandalkan langkah teknis. Salat istisqa diharapkan menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Salat istisqa yang kita laksanakan bukan hanya tentang memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, memperbaiki diri, memperbanyak doa dan ikhtiar, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Selain persoalan ketersediaan air, Puguh menyebut ancaman karhutla menjadi perhatian pemerintah selama musim kemarau. Perkembangan titik api di berbagai wilayah terus dipantau sebagai bagian dari langkah pencegahan.

Kesiapsiagaan, dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan Pemprov Kaltim, pemerintah kabupaten/kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi pemadam kebakaran.

“Tentu kita melihat perkembangannya sekarang, berapa titik api yang ada di Kalimantan Timur. Kita waspada dan juga melakukan antisipasi,” katanya.

Ia menilai penanganan dampak musim kemarau membutuhkan keterlibatan seluruh pemerintah daerah. Karena itu, Pemprov Kaltim mengimbau kabupaten dan kota turut melaksanakan salat istisqa sembari terus memperkuat upaya teknis dalam menghadapi kekeringan dan karhutla.

“Iya, diimbau untuk seluruh kabupaten kiranya dapat melaksanakan,” ucapnya.

Ia berharap, hujan segera turun sehingga dapat membasahi lahan yang mengalami kekeringan sekaligus menambah cadangan air bersih bagi masyarakat.

“Harapan kita semua, dengan salat istisqa ini diberikan hujan yang tidak hanya membasahi bumi kita, tapi juga menjadi cadangan air bersih,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, Muhammad Hamsani mengatakan, pelaksanaan salat istisqa dilakukan mengikuti arahan pimpinan sebagai bentuk ikhtiar menghadapi musim kemarau.

Ia berharap doa dan munajat yang dipanjatkan bersama dapat membawa turunnya hujan, khususnya di Samarinda dan wilayah lain yang terdampak kekeringan.

“Kami berharap melalui munajat pagi ini, hujan segera turun bagi warga Samarinda,” pungkas Hamsani. (*Yud)

Pasang Iklan
Top