• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Foto bersama GPFI usai acara, Rabu (19/8/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Kalimantan Timur menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 sebagai momentum memperkuat sinergi antara pelaku usaha farmasi dengan regulator di daerah. Puncak peringatan HUT ke-57 GPFI Kaltim berlangsung di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Jalan Mulawarman, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Rabu (19/8/26).

Mengusung tema “Bersama GPFI, Bersinergi untuk Negeri”, kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan di sektor farmasi, mulai dari Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga para pelaku usaha farmasi di Kalimantan Timur.

Ketua GPFI Kaltim, Teguh Winarno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian peringatan HUT ke-57 yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai agenda.

“Hari ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan HUT GP Farmasi ke-57. Sebelumnya kami juga mengadakan kegiatan yang diikuti hampir seluruh distributor farmasi,” ujar Teguh.

Menurutnya, momentum tersebut tidak sekadar menjadi perayaan hari jadi organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan hubungan antara para pelaku industri farmasi di Kaltim.

GPFI Kaltim berharap, hubungan antara pelaku usaha dan pemerintah sebagai regulator dapat semakin kuat. Sinergi dinilai penting mengingat industri farmasi memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini sinergitas antar pelaku bisnis farmasi di Kaltim terus meningkat. Begitu juga hubungan antara regulator dengan para pelaku usaha farmasi,” katanya.

Ia mengungkapkan, peringatan hari jadi GPFI rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi salah satu sarana untuk menjaga semangat serta kebersamaan para anggota dalam menghadapi dinamika industri farmasi.

“Setiap tahun kami mengadakan peringatan ulang tahun GP Farmasi sebagai penyemangat bagi kita semua dalam menjalani bisnis ini. Memang rumit, tetapi juga sangat menarik,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan juga tidak selalu dipusatkan di satu daerah. Samarinda dan Balikpapan menjadi beberapa lokasi yang dapat dipilih sebagai tuan rumah, menyesuaikan dengan keberadaan anggota dan pelaku industri farmasi di Kaltim.

Menurutnya, pola tersebut dilakukan agar kegiatan organisasi dapat berlangsung secara merata sekaligus memperkuat silaturahmi antaranggota di berbagai daerah. Selain agenda seremonial, puncak HUT ke-57 GPFI Kaltim turut dirangkai dengan penyerahan hadiah, ramah tamah hingga tukar kado antaranggota.

“Kegiatan hari ini selain seremonial juga ada penyerahan hadiah dan ramah tamah sebagai bentuk rasa syukur karena seluruh rangkaian peringatan bisa berjalan dengan baik. Tukar kado juga menjadi bagian untuk mempererat silaturahmi,” jelasnya.

Saat ini, GPFI Kaltim memiliki 61 anggota yang tersebar di sejumlah daerah, yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang hingga Sangatta, Kutai Timur. Dari jumlah tersebut, anggota terbanyak berada di Samarinda.

Dengan jaringan tersebut, GPFI Kaltim berharap komunikasi dan kolaborasi antarperusahaan farmasi maupun dengan pemerintah dan regulator terus diperkuat untuk mendukung perkembangan industri farmasi di Kalimantan Timur. (*Yud)



Pasang Iklan
Top