
Direktur Utama PTMB Yudi Saharuddin.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Memasuki musim kemarau panjang tanpa hujan selama dua pekan, PTMB mulai memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan. Sejumlah sumber air alternatif disiapkan, mulai dari penambahan sumur hingga pemanfaatan embung.
Direktur Utama PTMB Yudi Saharuddin mengatakan, kondisi waduk saat ini mulai mengalami penurunan debit akibat minimnya curah hujan. Meski demikian, pasokan air baku masih dinilai aman dan PTMB masih mampu mengambil air sekitar 1.000 liter per detik.
“Sudah dua minggu ini tidak ada hujan. Kami terus memantau waduk. Memang sudah mengalami penurunan debit, tetapi sampai Agustus ini kita masih mengambil air sekitar 1.000 liter per detik,” kata Yudi, pada hari Selasa, 18 Agustus 2026.
Berdasarkan pemantauan, ketinggian air waduk saat ini berada di level sekitar 9,5 meter. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kondisi normal yang dapat mencapai 12 meter.
Namun, Yudi memastikan kondisi tersebut belum mengganggu ketersediaan air baku. Apalagi, pola pengambilan air telah disusun bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menghadapi kondisi kemarau hingga beberapa bulan ke depan.
Menurutnya, apabila kemarau terus berlangsung hingga Desember tanpa hujan, kapasitas pengambilan air diperkirakan harus dikurangi. Dari kondisi normal sekitar 1.150 liter per detik, pengambilan dapat ditekan hingga sekitar 75 persen.
“Kalau sampai Desember tidak ada hujan, kita kemungkinan hanya bisa mengambil sekitar 75 persen dari biasanya, yakni dari 1.150 liter per detik,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan debit yang lebih signifikan, PTMB kini menyiapkan sejumlah sumber air alternatif. Salah satunya melalui pemanfaatan Embung Wain yang tengah dikoordinasikan dengan pihak kehutanan.
“Mudah-mudahan bulan depan kita sudah ada alternatif lain berupa bendali atau Embung Wain,” ujarnya.
Selain embung, PTMB juga memperkuat sumber air dari sumur. Hampir 10 sumur tambahan telah dibangun pada 2025 dan tersebar di sejumlah wilayah Balikpapan, mulai dari kawasan timur, utara, kota hingga barat.
PTMB juga berupaya mengoptimalkan sumur milik masyarakat di kawasan Kampung Baru yang diperkirakan mampu menyumbang sekitar 20 liter air per detik untuk kebutuhan warga sekitar.
Yudi mengatakan, Embung Wain nantinya juga berpotensi dimanfaatkan melalui IPA Mobile sebagai sumber air tambahan.
“Insyaallah bulan depan alternatif-alternatif sumber air lain sudah bisa kita manfaatkan,” katanya.
Tak hanya memperkuat sumber air baku, PTMB juga menambah armada distribusi air bersih. Dari sebelumnya 12 mobil tangki, kini ditambah dua unit sehingga total menjadi 14 tangki.
Penambahan tersebut disiapkan sebagai langkah darurat apabila terjadi gangguan pasokan melalui jaringan perpipaan. Distribusi menggunakan tangki akan diarahkan ke wilayah yang mengalami kekurangan air.
“Masyarakat minta tolong nanti kita berhubungan lebih intens lagi mengenai daerah-daerah mana yang terdampak, supaya kita bisa langsung mengaliri air,” tutur Yudi.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas
Di tengah ancaman kemarau, pemerintah juga terus mendorong pencarian sumber air baru, termasuk potensi penambahan sumur bor dan pengembangan teknologi desalinasi air melalui kerja sama dengan sejumlah pihak.
Rahmad memastikan kondisi debit air Balikpapan hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Namun, langkah antisipasi terus dilakukan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi apabila kemarau berlangsung lebih panjang. (Las)