• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Potret kwnaikan bendera di Simoang Lembuswana, Kota Samarinda. Senin (17/08) 2026).(Foto:Dok.IgDamkarSamarinda)

SAMARINDA,(KutaiRaya.com): Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kota Samarinda, berlangsung semarak.

Ribuan relawan, komunitas, dan warga berkumpul di Perempatan Lembuswana, Senin (17/8/2026), untuk memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih.

Kegiatan tahunan tersebut kembali digelar dan tahun ini memasuki pelaksanaan ketujuh sejak pertama kali dilaksanakan pada 2020.

Sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Ketua ITS Samarinda, Joko Iswanto mengatakan, sekitar 1.500 peserta merupakan relawan yang tergabung dalam kegiatan, sedangkan sisanya merupakan masyarakat yang hadir untuk mengikuti dan menyaksikan prosesi penghormatan Bendera Merah Putih.

"Antusiasme relawan tahun ini sangat luar biasa," kata Joko.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel singkat dan penghormatan terhadap Bendera Merah Putih.

Suasana dilanjutkan dengan pembunyian sirine dan menyanyikan lagu kebangsaan secara bersama-sama.

Pengibaran bendera dilakukan para relawan menggunakan tangga mobil milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar).

Prosesi ini menjadi salah satu momen yang menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar kawasan Lembuswana.

Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan TNI dan Polri serta melibatkan berbagai komunitas dan pengemudi ojek.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar turut menjadi pimpinan apel dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Joko mengemukakan, dukungan dari berbagai unsur menjadi bagian penting dalam menjaga kegiatan tetap aman dan tertib.

Koordinasi antara panitia, relawan, aparat, dan masyarakat dilakukan agar rangkaian kegiatan tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Seluruh prosesi pengibaran berlangsung lancar.

Peserta juga membawa Bendera Merah Putih serta mengenakan atribut dan membawa unit masing-masing sebagai bentuk semangat memperingati kemerdekaan.

Usai pengibaran, kegiatan dilanjutkan dengan penyiraman air di sekitar kawasan Lembuswana.

Aksi ini menjadi simbol harapan agar Kota Samarinda segera diguyur hujan di tengah musim kemarau.

"Semoga simbol ini membawa harapan baik bagi warga Samarinda," kata Joko.

Joko berharap hujan segera turun sehingga masyarakat dapat menjalani musim kemarau dengan kondisi yang lebih baik.

Ia menuturkan penyiraman air tersebut menjadi salah satu bagian unik yang membedakan tradisi penghormatan bendera di Lembuswana.

Menurutnya, Perempatan Lembuswana dipilih karena merupakan salah satu kawasan yang dikenal luas masyarakat Samarinda.

Lokasi ini juga dinilai cukup strategis dan mampu menampung peserta dalam jumlah besar.

"Tempat ini sudah menjadi titik berkumpul masyarakat sejak beberapa tahun terakhir,"tuturnya.

Ke depan, Joko berharap kegiatan ini dapat terus dipertahankan dan semakin berkembang dengan melibatkan lebih banyak unsur pemerintahan dan masyarakat.

"Kami ingin tradisi ini terus tumbuh bersama masyarakat Samarinda," ujarnya.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap menjaga suasana tertib selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan, sekaligus memperkuat kebersamaan.

"Kami mengapresiasi seluruh masyarakat, relawan, komunitas, TNI, Polri, dan seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga kegiatan ini tetap aman dan tertib," ujar Hendri.

Ia menilai keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan penghormatan Bendera Merah Putih menjadi gambaran bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial pemerintahan.

"Ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat Samarinda dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," katanya.

Hendri menyampaikan pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, khususnya karena lokasi kegiatan berada di kawasan yang cukup ramai dan menjadi salah satu jalur aktivitas masyarakat.

"Kami melakukan pengamanan dan pengaturan agar kegiatan berjalan lancar, tetapi aktivitas masyarakat dan pengguna jalan tetap dapat berlangsung," katanya.

Ia berharap tradisi penghormatan Bendera Merah Putih di Lembuswana dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda yang semakin mempererat hubungan antara masyarakat dengan berbagai unsur lainnya.

"Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam semangat kebersamaan," ucapnya. (abi)



Pasang Iklan
Top