• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kondisi Jembatan Jalan Poros Loa Kulu-Loa Janan yang ambles, Sabtu (15/8/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), meminta tidak ada pungutan liar (pungli) di jalur alternatif, setelah jalan poros Loa Kulu-Loa Janan, tepatnya di Dusun Margasari, amblas pada Sabtu (15/8/2026).

Kepala Desa Jembayan, Erwin mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan akses alternatif bagi masyarakat tetap aman dan tidak dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan pungutan kepada pengguna jalan.

"Kita jangan sampai ada pungli lagi. Makanya kita berkolaborasi dengan polisi dan TNI supaya nanti jangan ada pungli lagi," ujar Erwin.

Ia mengemukakan, praktik pungutan di sekitar jalur alternatif pernah terjadi pada kejadian serupa beberapa tahun sebelumnya.

Menurutnya, kondisi ini muncul karena proses pembangunan atau perbaikan jalan yang berlangsung cukup lama sehingga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Tahun ini tidak ada lagi. Kita upayakan tidak ada pungli," tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pungutan liar di jalur alternatif yang nantinya ditetapkan pemerintah.

Ia meminta masyarakat setempat maupun pengguna jalan untuk memahami bahwa jalan yang amblas tersebut merupakan musibah yang tidak diinginkan.

Sehingga jalur alternatif yang disiapkan harus digunakan untuk membantu kelancaran mobilitas warga, bukan menjadi tempat mencari keuntungan secara ilegal.

"Kita berusaha untuk melancarkan dan mencari alternatif tercepat untuk bisa menggunakan jalur tersebut," tuturnya.

Saat ini, akses utama Loa Kulu-Loa Janan di Dusun Margasari masih mengalami gangguan akibat amblasnya badan jalan.

Kendaraan roda dua masih dapat melintas melalui jalur alternatif yang melewati permukiman warga, sedangkan kendaraan roda empat dan kendaraan besar sementara harus memutar melewati jalur Samarinda. (*Zar)



Pasang Iklan
Top