
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, melihat langsung pelaksanaan program MBG saat mengunjungi SDN 001 Balikpapan Barat, pada hari Selasa (11/8/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Siswa SDN 001 Balikpapan Barat antusias terhadap program Makanan Bergizi Sehat (MBG). Antusiasme siswa terlihat saat makanan yang dibagikan habis disantap, sekaligus menjadi gambaran bahwa program pemenuhan gizi tersebut diterima dengan baik oleh peserta didik.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, melihat langsung pelaksanaan program MBG saat mengunjungi SDN 001 Balikpapan Barat. Ia menyebut keceriaan siswa saat menerima makanan menjadi salah satu hal yang menunjukkan manfaat program tersebut bagi anak-anak.
"Saat meninjau kita melihat betapa senang dan cerianya anak mendapatkan MBG. Saya lihat semua makanan habis dan itu semua menunjukkan bahwa mereka berharap program ini tidak boleh berhenti," ujar Bagus, disela-sela peninjauan di SDN 001 Balikpapan Barat, pada hari Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurutnya, keberlanjutan MBG penting karena pemenuhan gizi anak merupakan investasi jangka panjang. Dampaknya tidak hanya dirasakan saat anak menerima makanan bergizi, tetapi juga diharapkan mendukung tumbuh kembang dan kualitas generasi mendatang.
"Ini tetap diberikan karena manfaatnya untuk lima sampai 10 tahun yang akan datang untuk anak-anak kita," katanya.
Bagus juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pelaksanaan program MBG. Pemerintah Kota Balikpapan, kata dia, akan terus mendukung keberlanjutan program tersebut, termasuk mendorong operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum berjalan.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat atas program MBG. Program ini di Kota Balikpapan masih ada dan mudah-mudahan kita akan teruskan. Dapur SPPG yang belum beroperasi kita lanjutkan bersama-sama antara Pemerintah Kota Balikpapan dengan Korwil Badan Gizi Nasional," ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 001 Balikpapan Barat, Marlina, mengatakan program MBG di sekolah tersebut telah berjalan sejak Mei 2026.
Saat ini, sekitar 820 peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6 menjadi penerima manfaat. Selain siswa, program tersebut juga diterima guru dan tenaga teknis sekolah dengan jumlah keseluruhan sekitar 50 orang.
Marlina menjelaskan sekolah mengatur waktu pemberian makanan agar makanan segera dikonsumsi setelah tiba. Untuk siswa yang masuk pagi, makanan datang sekitar pukul 08.00 Wita dan dikonsumsi sekitar pukul 09.00 Wita.
Sementara bagi siswa yang masuk siang, makanan diupayakan sudah tiba ketika mereka datang ke sekolah sehingga dapat langsung disajikan.
"Kalau siang anak-anak masuk pukul 13.00 Wita dan pada pukul tersebut makanan sudah datang sehingga langsung kita sajikan. Kalau kelamaan makanan itu bisa basi atau tidak layak makan lagi. Jadi mereka datang kita langsung beri makanan," jelasnya.
Pihak sekolah juga mengimbau orang tua agar siswa yang mengikuti pembelajaran pada siang hari tetap menyantap makanan MBG di sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas makanan karena makanan sebaiknya segera dikonsumsi setelah didistribusikan.
Meski pelaksanaan MBG mendapat respons positif, sekolah masih memiliki masukan terkait kelengkapan menu. Marlina berharap makanan yang diberikan dapat dilengkapi minuman secara lebih rutin.
Menurutnya, selama ini menu yang diterima umumnya berupa makanan. Susu terkadang diberikan, tetapi belum secara rutin.
"Kami berharap MBG bisa diselingi dengan minuman karena selama ini tidak ada minumannya, hanya makanan saja. Terkadang dapat susu tapi tidak rutin. Semoga saja bisa dapat minuman," harapnya.
Dengan jumlah penerima yang mencapai ratusan siswa setiap hari, pihak sekolah berharap program MBG dapat terus berjalan dan kualitas layanan semakin ditingkatkan.
Bagi sekolah, keberlanjutan program bukan hanya soal pembagian makanan, tetapi juga memastikan peserta didik memperoleh asupan yang bergizi, aman dikonsumsi, dan diberikan pada waktu yang tepat. (Las)