• Senin, 10 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kunjungan dari Polres Kukar dan Polda Kaltim di Kecamatan Tabang, Minggu (9/8/2026), (foto:dok.Humas Polda Kaltim).

TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kematian seorang warga berinisial I di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), yang sempat disebut sebagai kecelakaan lalu lintas kini telah menemukan titik terang.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan bukti yang mengarah pada kecelakaan, sementara pemeriksaan saksi justru menemukan petunjuk dugaan pengeroyokan.

Kasus tersebut sebelumnya menghebohkan masyarakat setelah video aksi sekelompok massa yang melakukan pembakaran sebuah warung makan di Tabang yang beredar di media sosial. Aksi itu diduga dipicu kemarahan massa setelah I meninggal dunia dalam peristiwa yang kemudian dicurigai berkaitan dengan dugaan pengeroyokan.

Humas Polda Kaltim, Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi mengatakan, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sebelumnya, peristiwa tersebut sempat diduga sebagai kecelakaan lalu lintas. Namun, setelah dilakukan olah TKP oleh personel Satlantas, polisi tidak menemukan bukti maupun petunjuk yang mengarah pada kecelakaan.

"Pasca kejadian tersebut, personel Ditintelkam Polda Kalimantan Timur bersama jajaran Polres Kutai Kartanegara dan Polsek Tabang melakukan koordinasi serta pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Tabang," ujarnya Minggu (9/8/2026).

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Tabang, polisi menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan tindak pidana pengeroyokan.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi Unit Reskrim Polsek Tabang, Satreskrim Polres Kukar dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi juga telah mengidentifikasi sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka yang diumumkan secara resmi.

Pendalaman kasus dilakukan melalui gelar perkara di Mako Polsek Tabang pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Gelar perkara tersebut dipimpin langsung Kapolres Kukar dan diikuti jajaran Polres Kukar, Polsek Tabang, Ditintelkam Polda Kaltim serta Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim.

Kapolres Kukar juga turun langsung ke wilayah Tabang untuk mengecek lokasi pembakaran warung makan dan lokasi meninggalnya korban.

Sebelumnya, sekelompok pemuda melakukan pembakaran terhadap warung makan milik warga berinisial S. Aksi tersebut diduga dipicu anggapan bahwa warung itu menjual minuman keras yang dianggap berkaitan dengan peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Meski sempat terjadi aksi massa, kepolisian memastikan kondisi keamanan di Kecamatan Tabang saat ini telah kembali kondusif. Tidak ditemukan adanya konsentrasi massa yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Sementara itu, Camat Tabang, Elvandar mengatakan, dalam pertemuan bersama Kapolres Kukar, masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

Menurutnya, kasus itu kini ditangani langsung Polres Kukar dengan dukungan dari Polda Kaltim.

"Hasil pertemuan tadi, pertama Pak Kapolres menyampaikan bahwa terkait kasus ini langsung diambil alih atau ditangani oleh Polres Kukar dan dibantu juga oleh Polda Kaltim," katanya.

Ia menyebut sejumlah nama mulai muncul dalam proses penyelidikan. Namun, status mereka masih sebatas terduga karena kepolisian belum mengumumkan penetapan tersangka.

"Saat ini sudah mulai bermunculan nama-nama yang diduga sebagai tersangka. Kenapa disebut diduga tersangka? Karena belum ada rilis terkait tersangka. Ini masih dalam rangka pendalaman," jelasnya.

Terkait tuntutan masyarakat agar kasus segera diungkap dalam waktu 2x24 jam, ia mengatakan, masyarakat telah menerima penjelasan Kapolres bahwa proses hukum tidak dapat dilakukan secara terburu-buru tanpa didukung bukti dan alat bukti yang cukup.

"Pak Kapolres tadi menyampaikan supaya proses ini dapat tergambar secara benar-benar jelas, transparan dan sesuai dengan hukum. Oleh karena itu, beliau meminta waktu untuk dapat menyelesaikan kasus ini," tuturnya.

Menurutnya, beberapa orang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut telah diamankan di Polres Kukar untuk menjalani pemeriksaan.

"Mereka sudah diamankan di Polres Kukar untuk dimintai keterangan. Mudah-mudahan dari pengamanan beberapa terduga ini, dapat segera dilakukan proses untuk menetapkan tersangka dari kasus kejadian yang ada di Tabang," ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Tabang agar tetap menjaga situasi tetap aman dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

"Untuk kondisi Tabang ini sebetulnya aman-aman saja. Proses aksi masyarakat kemarin itu betul-betul real, hanya ingin menyampaikan sebuah aspirasi dari masyarakat kepada pihak penegak hukum untuk mempercepat proses tersebut," katanya.

Ia menambahkan, masyarakat diminta tidak terpancing oleh isu yang berkembang di media sosial maupun informasi dari sumber yang belum jelas.

"Isu-isu yang berkembang di media sosial maupun pembicaraan masyarakat itu tidak seperti yang terjadi di Kecamatan Tabang," pungkasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top