
Andi Satya saat menerima bendera pataka, Sabtu (8/8/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Terpilihnya Andi Satya Adi Saputra sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda periode 2026-2031 membawa agenda baru bagi konsolidasi partai. Selain memperkuat struktur organisasi, kepemimpinan baru tersebut memasang target menambah perolehan kursi di DPRD Samarinda dan memperluas basis dukungan dari kalangan pemilih muda.
Andi Satya terpilih melalui mekanisme musyawarah mufakat dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Samarinda yang berlangsung di Hotel Fugo Samarinda, Sabtu (8/8/2026).
Musda berlangsung tanpa pertarungan terbuka. Sejumlah nama yang sebelumnya masuk dalam bursa calon ketua akhirnya menyatukan dukungan kepada Andi Satya untuk memimpin Golkar Samarinda selama lima tahun ke depan.
Usai terpilih, Andi Satya menempatkan penguatan mesin partai sebagai salah satu pekerjaan utama. Target terdekatnya adalah meningkatkan keterwakilan Golkar di DPRD Samarinda.
Saat ini, Partai Golkar memiliki delapan kursi di DPRD Samarinda. Pada pemilu berikutnya, Andi Satya menargetkan adanya tambahan sedikitnya dua kursi sehingga kekuatan Golkar di parlemen dapat meningkat.
Upaya tersebut akan dibarengi dengan perluasan basis pemilih. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah Generasi Z yang dinilai akan memiliki peran semakin besar dalam menentukan peta politik pada pemilu mendatang.
“Ke depan kami akan menggalang dukungan dari Generasi Z sekaligus mengajak mereka lebih aktif terlibat dalam kegiatan politik bersama Partai Golkar,” kata Andi Satya.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Golkar Samarinda untuk tidak hanya mempertahankan basis konstituen yang sudah ada, tetapi juga menjangkau kelompok pemilih baru.
Di tengah agenda konsolidasi tersebut, ia juga dihadapkan pada mandat politik menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2030.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Timur, Muhammad Husni Fahruddin, mengungkapkan hasil pleno DPD I Partai Golkar Kaltim telah menetapkan komitmen bagi ketua DPD kabupaten/kota untuk maju dalam kontestasi kepala daerah.
Menurutnya, ketentuan tersebut juga berlaku bagi Ketua DPD Golkar Samarinda yang baru terpilih.
“Sudah menjadi komitmen Ketua DPD Kaltim dan keputusan pleno bahwa siapa pun yang menjadi ketua harus siap maju. Dengan terpilihnya Dr. Andi Satya, maka konsekuensinya adalah maju sebagai calon wali kota Samarinda,” ungkapnya.
Mandat tersebut membuat nama Andi Satya mulai dikaitkan dengan kontestasi Pilwali Samarinda 2030. Meski demikian, Andi Satya memilih belum terlalu jauh membicarakan pencalonannya.
Ia menilai waktu menuju Pilwali 2030 masih cukup panjang, sementara dinamika dan konstelasi politik di Kalimantan Timur masih sangat mungkin mengalami perubahan.
“Pilwali masih jauh, pelaksanaannya baru pada 2030. Politik di Kalimantan Timur juga sangat dinamis, jadi kita lihat bagaimana perkembangannya nanti,” tukasnya.
Karena itu, dirinya memilih memusatkan perhatian pada pembenahan internal dan penguatan Golkar Samarinda terlebih dahulu sebelum berbicara lebih jauh mengenai kontestasi kepala daerah.
Terpilihnya Andi Satya secara mufakat juga tidak terlepas dari dinamika menjelang pelaksanaan Musda XI. Sebelum forum digelar, sejumlah nama sempat muncul dalam bursa calon Ketua DPD Golkar Samarinda, salah satunya Sapto Setyo Pramono.
Namun, komunikasi politik yang berlangsung dalam agenda pra-Musda pada Jumat malam menghasilkan kesepakatan untuk memberikan dukungan kepada Andi Satya sebagai calon tunggal.
Kesepakatan tersebut membuat pelaksanaan Musda berjalan relatif cair tanpa adanya pertarungan terbuka antarkandidat.
Dengan berakhirnya Musda XI, tantangan berikutnya bagi Andi Satya adalah merangkul seluruh kekuatan internal yang sebelumnya berada di belakang masing-masing kandidat. Konsolidasi tersebut menjadi penting agar memastikan soliditas partai dalam mengejar target penambahan kursi DPRD sekaligus mempersiapkan agenda politik Golkar Samarinda dalam beberapa tahun mendatang. (*Yud)