• Minggu, 09 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Lurah Gunung Samarinda, Sarjoko.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara menyiapkan Kampung Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan UMKM Digital sebagai wadah pengembangan usaha masyarakat, khususnya yang dikelola ibu-ibu PKK.

Program tematik tersebut tidak hanya mendorong pelaku usaha memproduksi makanan, tetapi juga membekali mereka dengan strategi pemasaran yang mengikuti perubahan perilaku konsumen. Media sosial seperti Instagram, Facebook hingga TikTok akan dimanfaatkan sebagai etalase produk UMKM Gunung Samarinda.

Lurah Gunung Samarinda, Sarjoko, mengatakan program tersebut lahir dari melihat banyaknya ibu rumah tangga yang telah memiliki usaha rumahan dengan produk yang beragam.

“Produk-produk makanan yang ada di Gunung Samarinda bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas melalui pemasaran digital," ujar Sarjoko, Sabtu (8/8/2026).

Sejumlah produk yang dihasilkan warga antara lain cimi-cimi, kue akar kelapa, stik keju, kue kelapa hingga keripik sukun. Produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan apabila didukung kemasan, pemasaran dan jaringan penjualan yang lebih baik.

Kampung UP2K dan UMKM Digital sebelumnya diluncurkan Camat Balikpapan Utara Umar Adi dalam kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PKK Kecamatan dan Kelurahan di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu (31/1/2026).

Sarjoko mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan program tematik di setiap kelurahan sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

“Kami di Kelurahan Gunung Samarinda berinisiatif membentuk kampung tematik UP2K dan UMKM Digital,” jelasnya.

Tahap berikutnya, kelurahan berencana menggelar pelatihan bagi pelaku UMKM. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut masih menunggu pembahasan anggaran perubahan.

“Mudah-mudahan pada anggaran perubahan nanti pelatihan bisa dilaksanakan. Sambil berjalan, kami terus melakukan sosialisasi agar mulai memasarkan produknya melalui media sosial, karena sekarang sistem penjualan sudah serba digital,” ujarnya.

Sarjoko mengakui transformasi menuju pemasaran digital tidak mudah. Persaingan di pasar daring semakin ketat sehingga pelaku UMKM membutuhkan kemampuan dalam membuat strategi pemasaran, membangun identitas produk dan mengelola penjualan secara digital.

Pasalnya, pelatihan dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya bisa memproduksi barang, tetapi juga mampu menjualnya secara lebih profesional.

"Ada pelatihan UMKM agar pelaku usaha bisa lebih siap bersaing, karena sampai sekarang memang belum ada pelatihan khusus,” harapnya.

Pemerintah juga menyiapkan jalur pemasaran lain. Produk UMKM Gunung Samarinda nantinya akan didorong masuk ke sejumlah ritel yang berada di wilayah tersebut.

Tidak hanya itu, produk lokal juga direncanakan tampil dalam berbagai kegiatan dan agenda besar, termasuk rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkenalkan produk sekaligus membuka pasar baru bagi pelaku usaha.

“Kami ingin pelaku usaha rumah tangga ini bisa berjualan secara lebih profesional dan efisien, sehingga mampu meningkatkan pendapatan ibu-ibu,” ujar Sarjoko.

Camat Balikpapan Utara Umar Adi mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, Kampung UP2K dan UMKM Digital dapat menjadi wadah promosi sekaligus pengembangan produk unggulan masyarakat Gunung Samarinda.

Umar mengatakan program tematik kelurahan harus memiliki kesinambungan dengan konsep Kelurahan Madani, yakni kelurahan yang mandiri, adaptif dan inovatif. Program tersebut juga diharapkan berjalan seiring dengan 10 Program Pokok PKK.

“Program tematik ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (Las)



Pasang Iklan
Top