• Minggu, 09 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat membacakan pidato Menteri Koperasi RI, pada Peringatan Hari Koperasi ke 79 Tahun 2026, di Gedung Kesenian Balikpapan, Sabtu (8/8/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong koperasi tidak lagi dipandang sebagai badan usaha konvensional, tetapi berkembang menjadi penggerak ekonomi rakyat yang sehat, profesional, dan adaptif terhadap teknologi.

Dorongan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun 2026 di Balikpapan. Momentum tersebut sekaligus diwarnai pemberian penghargaan kepada 17 koperasi yang dinilai sehat, meningkat dibandingkan 10 koperasi yang memperoleh penghargaan serupa pada 2025.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy, mengatakan peningkatan jumlah koperasi sehat menjadi salah satu indikator perkembangan tata kelola koperasi di daerah.

“Tahun ini ada 17 koperasi sehat yang kami berikan penghargaan. Sebelumnya pada 2025 ada 10 koperasi,” ujarnya, pada Peringatan Hari Koperasi ke 79 Tahun 2026, di Gedung Kesenian Balikpapan, pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026.

Selain koperasi sehat, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih berdasarkan sejumlah capaian, antara lain pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), Sisa Hasil Usaha (SHU), serta pertumbuhan jumlah anggota.

Menurut Heruressandy, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi koperasi lainnya untuk memperbaiki tata kelola sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi anggota.

“Harapannya koperasi terus menjadi pilar ekonomi kota kita, dalam rangka mendukung perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui keanggotaan di masing-masing wilayah di Kota Balikpapan,” katanya.

Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Balikpapan tidak hanya diisi dengan agenda seremonial. Sejumlah kegiatan sosial dan pengembangan ekonomi turut digelar, mulai dari donor darah yang melibatkan pengurus koperasi, jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis hingga promosi produk UMKM.

Pelaku UMKM, khususnya yang berkaitan dengan koperasi, juga diberi ruang untuk memperkenalkan produk-produk terbaru kepada masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus memperkuat hubungan antara gerakan koperasi dan sektor usaha mikro.

Bagi Balikpapan, penguatan koperasi diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah koperasi sehat. Pemerintah ingin koperasi mampu menjadi simpul aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat, membuka akses usaha, memperkuat UMKM dan pada akhirnya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Heruressandy menegaskan, pemerintah akan terus mendorong pembinaan dan pengembangan koperasi agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat di setiap wilayah Kota Balikpapan.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat membacakan pidato Menteri Koperasi RI menegaskan bahwa peringatan Hari Koperasi bukan sekadar agenda tahunan. Koperasi harus kembali diperkuat sebagai salah satu pilar ekonomi rakyat.

Menurutnya, koperasi tidak cukup hanya mengejar keuntungan, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dengan mengedepankan semangat gotong royong dan asas kekeluargaan.

Dalam pidato tersebut juga ditekankan pentingnya transformasi koperasi menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi. Koperasi masa kini dituntut mampu memanfaatkan teknologi informasi, sistem pembayaran modern, analisis data hingga kecerdasan buatan untuk memperluas pasar dan menjangkau generasi muda.

Kebijakan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Koperasi diarahkan tidak hanya bergerak dalam distribusi kebutuhan masyarakat, tetapi juga membuka akses pembiayaan, pemasaran produk lokal dan berbagai kegiatan usaha produktif.

Transformasi juga diarahkan pada koperasi sektor produksi, termasuk perikanan, energi terbarukan dan hilirisasi komoditas. Di sisi lain, generasi muda didorong mengambil peran melalui koperasi yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan digital.

“Sudah saatnya kita meninggalkan stigma lama bahwa koperasi lambat dan kuno. Koperasi masa kini adalah koperasi digital yang memanfaatkan teknologi informasi, sistem pembayaran modern, kecerdasan buatan, analisis data, dan platform digital,” demikian pesan yang disampaikan Rahmad.

Tema Hari Koperasi ke-79, “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, dinilai relevan dengan tantangan ekonomi saat ini. Koperasi dituntut semakin profesional, transparan, inovatif dan mampu bersaing, tanpa meninggalkan prinsip partisipasi dan gotong royong. (Las)



Pasang Iklan
Top