
Pasar Lok Bahu Kota Samarinda. Sabtu (08/08/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Perubahan harga sejumlah kebutuhan pokok masih terjadi di pasar-pasar tradisional Kota Samarinda memasuki awal Agustus 2026.
Meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan, pedagang menilai pergerakan tersebut masih tergolong normal dan belum terlalu memengaruhi aktivitas jual beli.
Salah seorang pedagang Pasar Segiri Samarinda, Wahidah mengatakan, harga sejumlah bahan pangan memang mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir.
“Sekarang memang ada yang naik dan ada juga yang turun. Tapi perubahannya masih sedikit, jadi belum terlalu berpengaruh ke perdagangan,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, harga di tingkat pedagang sangat bergantung pada pasokan yang diterima dari pemasok.
Ketika stok barang berkurang, harga biasanya ikut bergerak naik.
Sebaliknya, pasokan yang melimpah dapat membuat harga kembali turun.
Berdasarkan pemantauan harga bahan pokok dan penting (Bapokting) Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada Kamis (6/8/2026), daging ayam broiler berada di kisaran Rp 35.500/kg.
Sedangkan harga bawang merah tercatat sekitar Rp 40.000/kg.
Pergerakan harga ini terjadi di tengah kondisi harga pangan yang sepanjang Juli menunjukkan pola berbeda antarkomoditas.
Komoditas protein hewani cenderung mengalami tren kenaikan, sedangkan beberapa komoditas hortikultura justru mengalami penurunan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat harga daging ayam ras segar pada Juli 2026 mencapai sekitar Rp 38.200/kg.
Hal ini juga diperkuat oleh Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto.
Sebelumnya ia menjelaskan kenaikan harga ayam tidak terlepas dari meningkatnya permintaan terhadap komoditas protein hewani.
“Komoditas protein hewani menunjukkan kecenderungan mengalami kenaikan harga. Salah satunya dipengaruhi meningkatnya permintaan seiring terserapnya pasokan untuk memenuhi kebutuhan SPPG dan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Supriyanto.
Selain ayam, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah jenis ikan.
Kondisi cuaca dan gelombang tinggi membuat aktivitas nelayan menjadi terbatas sehingga pasokan ikan yang masuk ke pasar ikut berkurang.
Sementara itu, tren berbeda terlihat pada komoditas hortikultura (tanaman).
Harga cabai dan bawang merah mengalami penurunan seiring bertambahnya pasokan dari daerah sentra produksi.
BPS mencatat harga cabai rawit berada di kisaran Rp 63.900/kg.
Sedangkan bawang merah ukuran sedang berkisar Rp 48.300/kg.
Penurunan juga tercatat pada cabai merah keriting, cabai rawit hijau dan cabai merah.
Bertambahnya pasokan saat musim panen menjadi salah satu faktor yang mendorong harga sejumlah komoditas tersebut lebih rendah.
Perbedaan harga juga terlihat pada komoditas beras.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Samarinda, harga beras Bengawan masih berbeda di sejumlah pasar tradisional.
Di Pasar Segiri, harga beras Bengawan tercatat sekitar Rp 18.000/kg.
Sementara di Pasar Merdeka, harganya berada di kisaran Rp 17.000/kg, Pasar Lok Bahu sekitar Rp 16.000/kg dan Pasar Bengkuring mencapai Rp 20.000/kg.
Perbedaan inj menunjukkan kondisi pasokan dan distribusi masih menjadi faktor penting dalam penetapan harga pangan di masing-masing pasar.
Di sisi lain, perkembangan harga pangan turut menjadi perhatian karena memiliki kaitan dengan inflasi daerah.
BPS Kota Samarinda mencatat inflasi tahunan atau year on year (yoy) pada Juli 2026 mencapai 3,77 persen.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara daerah yang menjadi indikator inflasi di Kalimantan Timur.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkot Samarinda bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar.
Intervensi juga dilakukan melalui berbagai upaya, termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penguatan distribusi bahan kebutuhan pokok.
Langkah ini diperlukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia, sekaligus menjaga agar perubahan harga tidak berkembang menjadi gejolak yang membebani masyarakat.
Sedangkan turunnya harga cabai dan bawang merah menjadi kabar positif bagi konsumen.
Kondisi ini setidaknya dapat membantu mengurangi beban belanja kebutuhan dapur masyarakat Samarinda.
Secara umum, pergerakan harga pangan di Samarinda masih menunjukkan kondisi yang beragam namun tidak ekstrem.
Kenaikan pada komoditas ayam dan ikan terjadi ketika pasokan serta permintaan mengalami kenaikan, sedangkan harga cabai dan bawang merah bergerak turun karena pasokan yang semakin membaik. (Abi)