
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat menerima mahasiswa KKN UGM, di Balai Kota Balikpapan, pada hari Jumat (7/8/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pengalaman selama menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas akademik bagi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Lebih dari itu, pengalaman selama berada di daerah diharapkan menjadi bekal untuk memahami keberagaman sosial, ekonomi dan potensi pembangunan di luar Pulau Jawa.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyampaikan hal tersebut saat menerima mahasiswa KKN UGM yang menjalankan pengabdian di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Bagus mengatakan, selama sekitar 1,5 bulan berada di tengah masyarakat, mahasiswa mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi sosial dan karakter masyarakat yang berbeda dengan lingkungan asal mereka.
“Banyak yang Anda temui, banyak yang Anda hadapi, dan saya rasa ini akan membuat Anda lebih kaya dalam memahami sosial demografi yang ada di Nusantara,” kata Bagus, saat menerima kunjungan Mahasiswa KKN UGM, di Balai Kota Balikpapan, pada hari Jumat (7/8/2026), didampingi para pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa yang kelak akan menjadi calon intelektual. Ia mendorong mahasiswa tidak hanya melihat kondisi daerah berdasarkan informasi dari media, tetapi membangun pemahaman berdasarkan pengalaman dan data yang ditemukan langsung di lapangan.
“Kalian ini calon intelektual. Harus berpikir dan menyampaikan semuanya itu selalu ada data,” ujarnya.
Bagus juga mengajak mahasiswa melihat langsung perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama berada di Kalimantan Timur. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena tidak semua mahasiswa dari satu angkatan mendapatkan kesempatan yang sama.
Ia berharap mahasiswa dapat membawa pulang informasi positif mengenai Kalimantan Timur dan menyampaikannya kepada keluarga, teman maupun lingkungan akademik di daerah asal.
“Anda bagian yang beruntung bisa di Kaltim, bisa melihat IKN. Tidak semuanya bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Kami harapkan Anda bisa memberikan informasi yang positif kepada teman-teman, keluarga maupun kolega,” katanya.
Bagus juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk kembali ke Kalimantan Timur pada masa mendatang. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memiliki program beasiswa pendidikan hingga jenjang doktoral atau S3.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Unit KKN UGM, Aisyah, mengatakan timnya yang bernama Samasta Kukar beranggotakan 30 mahasiswa dari lintas fakultas dan program studi. Mereka melaksanakan KKN di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang, dan Desa Sumbersari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Selama sekitar 50 hari menjalankan KKN, mahasiswa mengembangkan sejumlah program yang bersifat lintas disiplin ilmu. Program tersebut mencakup bidang pertanian, teknik, sosial humaniora, kebudayaan hingga kesehatan. “Program-program yang terbentuk juga lintas ilmu atau bisa dikatakan interdisipliner,” ujar Aisyah.
Ia menjelaskan, program KKN tahun ini juga sejalan dengan tema besar KKN UGM mengenai ketahanan pangan. Karena itu, tim Samasta Kukar berfokus mengoptimalkan potensi kawasan pertanian terpadu yang menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
Mahasiswa berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan serta masyarakat setempat untuk mengembangkan sejumlah program, termasuk membuat demplot teknologi pertanian dan mengembangkan potensi unggulan desa.
“Di Kabupaten Kutai Kartanegara ini kami mencoba mengoptimalisasi kawasan pertanian terpadu melalui kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan,” jelasnya.
Selain pengembangan pertanian, mahasiswa juga mendorong penguatan potensi desa berdasarkan karakteristik dan keunggulan masing-masing wilayah.
Menurut Aisyah, pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga memahami persoalan masyarakat secara langsung dan mencari solusi melalui pendekatan lintas disiplin.
Bagi Pemerintah Kota Balikpapan, kedatangan mahasiswa KKN dari luar daerah juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah Kalimantan Timur secara lebih utuh. Interaksi langsung dengan masyarakat dinilai dapat memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan informasi yang hanya diperoleh melalui media.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi para mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya berlangsung di pusat-pusat perkotaan, tetapi juga bertumpu pada potensi desa, pertanian dan masyarakat di berbagai daerah. (Las)