
RDP yang dilakukan di Ruang Banmus DPRD Kukar, Senin (21/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Persiapan kontingen Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser terus dimatangkan.
Hal ini dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kukar bersama Dispora, KONI dan cabang olahraga (cabor), Senin (21/9/2026).
Porprov VIII Kaltim dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Paser.
Dalam RDP tersebut, berbagai persiapan kontingen Kukar dibahas, mulai dari administrasi, akomodasi, transportasi, kebutuhan atlet hingga uang saku.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni mengatakan, secara umum seluruh persiapan telah dikoordinasikan dengan masing-masing cabor.
Dispora juga telah memetakan kebutuhan akomodasi dan transportasi selama kontingen berada di Paser.
"Semua persiapan sudah kita sampaikan, baik ke cabor maupun anggota DPRD. Mulai persiapan administrasi, keberangkatan, akomodasi, transportasi sampai sistem pengelolaan transportasi," katanya.
Untuk transportasi dari Tenggarong menuju Paser dan sebaliknya, masing-masing cabor akan mengatur kebutuhan mereka, namun untuk anggaran dari Pemerintah.
Menurutnya, pola tersebut dinilai lebih fleksibel karena setiap cabor memiliki jadwal keberangkatan dan pertandingan yang berbeda.
"Mereka lebih paham kapan harus berangkat dan bagaimana perlakuan selama di jalan. Kalau mereka sendiri yang mengatur, bisa menyesuaikan waktu istirahat dan kondisi atlet," tuturnya.
Hal serupa diterapkan untuk kebutuhan makan dan minum selama berada di Paser.
Kebutuhan tersebut diserahkan kepada masing-masing cabor agar dapat menyesuaikan dengan jadwal pertandingan atlet.
Sementara itu, salah satu perhatian dalam RDP datang dari pencairan uang saku atlet.
Ia menyebutkan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta menyampaikan telaah kepada Sekretaris Daerah Kukar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Kita akan segera membuat telaahan kepada Pak Sekda selaku Ketua TAPD untuk memberikan informasi bahwa untuk keperluan Porprov kita perlu dana berapa," ujarnya.
Ia menyebut uang saku tersebut akan disesuaikan dengan standar yang berlaku dan jumlah hari pertandingan masing-masing atlet berdasarkan jadwal yang dirilis PB Porprov.
"Kalau target dari teman-teman, H-3 sudah sampai ke tangan atlet. Ini kita coba maksimalkan," katanya.
Ia menambahkan, anggaran Porprov telah terakomodasi dalam kegiatan Dispora.
Namun, ia belum dapat menyebutkan nominal keseluruhan karena anggaran tersebut mencakup sejumlah kegiatan olahraga lainnya.
"Di dalam satu anggaran ini terdapat banyak kegiatan. Ada Porprov, Porprov Korpri, kemudian Peparprov. Jadi semua keperluan Porprov sudah terakomodasi dan berjalan," katanya.
Dari sisi jumlah peserta, Kukar menyiapkan sekitar 1.625 atlet untuk Porprov.
Jumlah tersebut belum termasuk ofisial yang akan mendampingi kontingen.
Ia mengatakan, Kukar mengikuti 63 cabor, dari 64 cabor yang dipertandingkan.
Untuk akomodasi, Dispora juga telah melakukan pemetaan dan pemesanan tempat menginap bagi kontingen yang akan berlaga di Paser.
Meskipun persiapan berjalan, kondisi cuaca dan kabut asap menjadi salah satu perhatian Dispora.
Cuaca panas dan asap tebal membuat aktivitas latihan atlet perlu disesuaikan demi menjaga kondisi fisik.
"Persoalan pertama memang cuaca. Akhir-akhir ini asap tebal dan cuaca cukup ekstrem, sehingga aktivitas teman-teman di lapangan akan dikurangi. Kita menjaga kondisi mereka supaya tetap bugar, tidak cedera dan tidak sakit," ucapnya.
Dispora bersama KONI juga terus berkomunikasi dengan cabor untuk memastikan persiapan berjalan sesuai rencana.
Ia mengingatkan para atlet untuk menjaga kesehatan dan menghindari cedera, mengingat mereka telah lolos dari Babak Kualifikasi (BK) Porprov dan mendapatkan tiket untuk tampil di Paser.
"Harapan kami kepada atlet, tugas mereka adalah latihan, mempersiapkan diri, menjaga kesehatan dan bertanding dengan semangat. Urusan lainnya seperti anggaran dan sebagainya dipercayakan kepada pemerintah, KONI dan DPRD," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal mengatakan, dari hasil RDP secara prinsip kebutuhan anggaran untuk persiapan kontingen menuju Porprov Paser tidak menjadi persoalan.
Menurutnya, berbagai kebutuhan, seperti pertandingan, peralatan, keberangkatan, akomodasi hingga uang saku telah dibahas bersama.
"Secara prinsip anggaran untuk Porprov di Paser tidak masalah. Tadi sudah dipaparkan kebutuhan atlet, peralatan, keberangkatan, termasuk uang saku," kata Andi Faisal.
Namun, ia menekankan agar uang saku atlet dapat diterima paling lambat 3 hari sebelum keberangkatan.
"Harapannya H-3 sebelum berangkat, uang itu sudah masuk ke rekening atlet. Itu bisa menjadi penyemangat teman-teman atlet dalam bertanding di Porprov Paser," ujarnya.
Ia juga memastikan kebutuhan perlengkapan kontingen, termasuk pakaian defile, telah dipersiapkan.
Ia menuturkan seluruh cabor yang diikuti Kukar telah diakomodasi pemerintah daerah melalui koordinasi bersama DPRD, KONI dan pengurus cabor.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan tersebut, ia berharap seluruh kebutuhan kontingen dapat diselesaikan sebelum keberangkatan sehingga para atlet dapat lebih fokus menghadapi pertandingan di Porprov Kaltim 2026.
"Kita berharap tidak ada kendala lagi. Atlet tinggal fokus latihan dan bertanding. Semangat juang Kukar harus tetap dijaga," ucapnya. (*Zar)