• Minggu, 09 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono bersama Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Awang Khalik Dinas Pariwisata Kaltim , Jumat (7/8/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai tindak lanjut dari kesepakatan antardaerah yang telah dibangun. Kolaborasi tersebut diarahkan pada promosi destinasi wisata, pengembangan pelaku ekonomi kreatif, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, mengatakan kerja sama ini tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, tetapi juga mencakup berbagai subsektor ekonomi kreatif seperti UMKM, kuliner, fesyen, hingga perfilman.

Menurutnya, kedua daerah dapat saling bertukar pengalaman, teknologi, dan gagasan agar menciptakan daya tarik wisata yang saling melengkapi.

"Melalui kerja sama ini, kami ingin wisatawan yang datang ke Kalimantan Timur juga tertarik mengunjungi Jawa Tengah, begitu pula sebaliknya. Jadi, pariwisata dan ekonomi kreatif akan kami promosikan bersama," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Dirinya menjelaskan Jawa Tengah memiliki sejumlah destinasi unggulan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi tersebut, salah satunya kawasan wisata bahari Karimunjawa di Kabupaten Jepara. Destinasi tersebut akan menjadi salah satu fokus promosi pada tahun depan seiring tema pembangunan pariwisata berkelanjutan yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Selain sektor wisata, ia menilai potensi ekonomi kreatif dari kedua daerah juga dapat saling mendukung. Produk kuliner berbasis hasil laut, industri fesyen seperti batik, hingga pengembangan perfilman menjadi peluang kerja sama yang dinilai memiliki prospek besar.

"Potensi ekonomi kreatif tidak hanya makanan khas, tetapi juga fesyen, batik, hingga perfilman. Di Kebumen, misalnya, kami memiliki potensi film dokumenter yang bisa dikembangkan bersama," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Muhammad Faisal yang diwakili Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Awang Khalik, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki pengalaman yang dapat menjadi rujukan bagi Kalimantan Timur dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif.

"Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami. Jawa Tengah bisa menjadi tempat transfer knowledge, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif yang sudah didukung SDM maupun sarana dan prasarana yang memadai," ujar Awang.

Ia mengatakan, bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara lain penyelenggaraan pameran bersama, workshop, serta berbagai program peningkatan kapasitas bagi pelaku ekonomi kreatif di Kalimantan Timur agar lebih berdaya saing.

Meski kondisi fiskal saat ini menjadi tantangan, Awang optimistis kolaborasi antardaerah tetap dapat berjalan melalui berbagai kemitraan dan inovasi program.

"Kami berharap Kaltim dan Jawa Tengah terus memiliki semangat yang sama dalam menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi para pelaku ekonomi kreatif di kedua daerah," katanya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pemerintah daerah menargetkan evaluasi awal dalam beberapa pekan ke depan agar mematangkan program kerja sama. Dalam waktu dekat, Kalimantan Timur juga berencana berpartisipasi pada ajang pameran kerajinan nasional INACRAFT di Jakarta Convention Center (JCC) sebagai salah satu ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif daerah. (*Yud)



Pasang Iklan
Top