• Minggu, 09 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kondisi jalan utama Desa Batuq Kecamatan Muara Muntai, Kamis (6/8/3026), (foto:dok.Pemdes Batuq).

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Akses jalan utama di Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), terputus total setelah longsor terjadi di sisi Sungai Mahakam, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 23.30 WITA.

Longsor terjadi setelah abrasi yang berlangsung cukup lama mengikis badan jalan hingga mendekati kawasan jembatan.

Panjang badan jalan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 meter.

Sebelumnya, Kades Batuq, Suwandi telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menutup dan mengalihkan akses kendaraan, setelah melihat badan jembatan mulai miring akibat abrasi.

"Dari dulu jarak dari Sungai Mahakam ke sisi jalan itu puluhan meter. Karena abrasi sekian lama, akhirnya sampai ke sisi jembatan. Hari Senin jembatan sempat kami naikkan, kemudian tadi malam miring lagi karena abrasi," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, kondisi ini makin membahayakan sehingga akses utama langsung ditutup sebelum longsor terjadi.

"Kami sempat mengimbau dan jalan sudah dialihkan. Sekitar setengah 12 malam, akhirnya longsor," katanya.

Lokasi longsor berada di kawasan RT 2 Desa Batuq dan depan sejumlah rumah warga.

Setidaknya ada sekitar 6 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitar lokasi terdampak.

"Lokasi longsornya di RT 2 Desa Batuq, di kawasan tikungan sungai bagian hilir," tuturnya.

Saat ini, masyarakat masih dapat menggunakan jalur alternatif melalui jalan darat.

Namun, akses tersebut membuat perjalanan menjadi lebih jauh karena harus memutar.

"Ada jalan alternatif, sementara masih bisa dilewati sepeda motor," katanya.

Saat ini pihaknya berupaya untuk membuat akses jalan alternatif agar mobilitas masyarakat tidak semakin terganggu.

Koordinasi juga telah dilakukan dengan sejumlah pihak untuk penanganan awal di lapangan.

"Kami masih di lokasi untuk membuat jalan alternatif supaya tidak terlalu jauh. Tadi kami juga sudah koordinasi dengan ajudan Pak Camat," ucapnya.

Selain faktor abrasi, ia menilai aktivitas kapal tongkang pengangkut batu bara yang melintas di Sungai Mahakam turut memberikan pengaruh terhadap kondisi tepian sungai.

Menurutnya, gelombang dan pergerakan kapal yang melintas dapat mempercepat pengikisan tepian sungai, terutama ketika kapal beraktivitas di sekitar alur sungai.

"Sangat berpengaruh. Tongkang itu biasanya kandas di dalam Sungai Mahakam dan sisi sungainya tergerus oleh gesekan sekian banyak armada batu bara," tuturnya.

Ia mengemukakan, persoalan tersebut sebelumnya juga telah menjadi perhatian dalam pembahasan bersama pihak terkait.

Bahkan, pertemuan terkait aktivitas pemanduan kapal dan kondisi perairan telah dilakukan bersama KSOP dan DPRD.

Untuk aktivitas pemanduan kapal sendiri, saat ini masih ada kegiatan pandu yang dilakukan masyarakat setempat.

Namun, pihak desa menyebut kegiatan tersebut masih sebatas kearifan lokal.

Sebelumnya, pihak desa juga telah mengikuti pertemuan bersama KSOP dan DPRD untuk membahas persoalan aktivitas kapal di wilayah tersebut.

Pasca kejadian, pemerintah desa masih memprioritaskan penanganan akses masyarakat dengan membuat jalur alternatif.

Laporan secara resmi kepada camat dan bupati disebut masih dalam proses koordinasi.

"Kami belum melaporkan ini ke camat atau bupati secara langsung. Saat ini kami masih di lokasi untuk membuat jalan alternatif," ujarnya.

Meskipun demikian, koordinasi awal telah dilakukan dengan pihak Kecamatan Muara Muntai.

Informasi mengenai kejadian tersebut juga telah disampaikan kepada pihak pemerintah daerah melalui jalur koordinasi yang ada.

Ia berharap penanganan dapat segera dilakukan mengingat jalan yang longsor merupakan akses utama masyarakat dan berada cukup dekat dengan permukiman warga.

Sementara itu, Kapolsek Muara Muntai, Iptu Jaelani membenarkan adanya peristiwa longsor tersebut.

Pihak kepolisian telah melakukan pemantauan dan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi serta kemungkinan adanya korban.

Ia memastikan berdasarkan hasil pengecekan awal, tidak ditemukan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Kami sudah melakukan pemantauan dan pengecekan langsung di tempat. Untungnya, berdasarkan keterangan kepala desa juga tidak ada korban sama sekali," ucapnya.

Terkait penyebab longsor, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.

Polisi belum dapat memastikan apakah abrasi menjadi satu-satunya faktor penyebab atau aktivitas kapal tongkang turut mempengaruhi.

"Kalau terkait yang dikatakan kepala desa mengenai kapal tongkang dan sebagainya, itu juga kami coba dalami," tuturnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top