• Minggu, 09 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan, Heruressady saat meninjau koperasi merah putih di Kecamatan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur, pada hari Rabu (5/8/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Balikpapan mulai menunjukkan geliat ekonomi meski sebagian besar belum memiliki gerai permanen. Lebih dari 60 persen koperasi telah menjalankan usaha dengan total omzet mencapai Rp1,6 miliar sepanjang Januari hingga April 2026.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressady, mengatakan aktivitas usaha koperasi terus berkembang melalui kerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Dari total 34 Koperasi Kelurahan Merah Putih, lebih dari 60 persen sudah menjalankan usaha. Kami bekerja sama dengan BULOG, ID FOOD dan Perumda untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok anggota koperasi di masing-masing kelurahan," ujarnya, disela tinjauan koperasi merah putih di Kecamatan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur, pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Heruressady, nilai transaksi koperasi hingga April 2026 telah mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat seiring bertambahnya jenis usaha yang akan dikembangkan.

Sesuai Instruksi Presiden, Koperasi Merah Putih nantinya akan mengelola tujuh bidang usaha secara bertahap setelah gerai diserahkan kepada masing-masing pengurus.

"Omzet Rp1,6 miliar ini belum termasuk pengembangan tujuh jenis usaha yang akan dibuka secara bertahap setelah seluruh gerai selesai dibangun," katanya.

Salah satu koperasi yang telah menjalankan operasional adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih Sepinggan Raya. Meski belum memiliki gedung sendiri, aktivitas penjualan tetap dilakukan dengan memanfaatkan kantor kelurahan sebagai pusat distribusi.

Sementara itu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Sepinggan Raya, Sadariyah, mengatakan komoditas yang dipasarkan masih didominasi kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur dan sembako lainnya.

"Sistem penjualannya melalui pemesanan. Kami membuat poster lalu dibagikan ke grup RT. Warga menyampaikan pesanannya, kemudian kami melakukan open pre-order sebelum barang disiapkan dan dibagikan di kantor kelurahan setiap Sabtu," jelasnya.

Karena keterbatasan tempat penyimpanan, koperasi hanya menyediakan stok dalam jumlah kecil. Untuk permintaan dalam jumlah besar, pemesanan dilakukan terlebih dahulu kepada pemasok.

Menurut Sadariyah, kebutuhan barang dipenuhi melalui kerja sama dengan BULOG dan Perumda. "Kalau barang tidak tersedia di BULOG, kami mencari ke Perumda. Untuk sementara, kedua instansi itu masih menjadi pemasok utama kebutuhan koperasi," ujarnya.

Ia mengakui omzet Koperasi Sepinggan Raya belum sebesar Koperasi Merah Putih Kelurahan Manggar yang telah mencatat transaksi hingga ratusan juta rupiah setiap bulan. Namun, permintaan masyarakat terus meningkat, terutama saat momen Hari Raya Idulfitri.

"Menjelang Lebaran permintaan cukup tinggi. Kami menyediakan tepung dan berbagai kebutuhan untuk membuat kue, selain sembako yang memang rutin dibutuhkan masyarakat," katanya.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap semakin banyak koperasi yang aktif menjalankan usaha sembari menunggu pembangunan gerai selesai. Dengan dukungan jaringan pasokan dari BULOG, ID FOOD dan Perumda, Koperasi Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi penggerak distribusi kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. (Las)



Pasang Iklan
Top