
Orkestra Tingkilan Tepian Mahakam yang mendapatkan golden ticket di Etnic Got Talen Internasional, Balikpapan, Sabtu (1/8//2026).(Foto: Tingkilan Tepian Mahakam)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kabar menggembirakan datang dari seni budaya Kutai Kartanegara (Kukar).
Orkestra Tingkilan Tepian Mahakam sukses meraih Golden Ticket pada ajang seleksi Etnic Got Talent Internasional di Balikpapan, Sabtu (1/8/2026).
Prestasi ini mengantarkan kelompok seni asal Kukar itu untuk tampil di ajang internasional yang akan digelar di Jakarta pada Januari 2027 mendatang.
Nantinya mereka akan berkompetisi bareng 5 negara, sekaligus membawa dan memperkenalkan budaya Kutai ke tingkat internasional.
Ketua Orkestra Tingkilan Tepian Mahakam, Muhammad Irwansyah mengatakan, dalam seleksi tersebut pihaknya membawa anak-anak Kukar dari jenjang SD, SMP hingga SMA asal Tenggarong.
Alhamdulillah, penampilan mereka berhasil menarik perhatian dewan juri hingga akhirnya mendapatkan Golden Ticket.
"Alhamdulillah kami mendapatkan Golden Ticket. Kami membawa ciri khas Kutai, yaitu suara gambus dengan aransemen musik tingkilan," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kesempatan ini menjadi momen penting untuk mengenalkan kesenian tingkilan, sekaligus budaya Kutai kepada masyarakat di luar daerah.
Dalam penampilannya, Orkestra Tingkilan Tepian Mahakam membawakan sejumlah karya dengan menggabungkan unsur budaya Kutai, Nusantara dan Dayak.
Setelah memperoleh Golden Ticket, Orkestra Tingkilan Tepian Mahakam kini mulai mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional di Jakarta.
Sebanyak 10 peserta dipersiapkan untuk tampil.
Mereka akan menjalani proses latihan selama kurang lebih 6 bulan untuk mematangkan permainan musik, vokal dan konsep pertunjukan.
"Enam bulan ke depan kami akan berproses untuk menjadi lebih baik lagi. Kami ingin mengenalkan budaya Kutai Kartanegara sebagai ciri khasnya," katanya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak melihat ajang tersebut semata-mata sebagai kompetisi.
Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak Kukar untuk menunjukkan karya, sekaligus membawa nama daerah ke tingkat internasional.
Namun, persiapan menuju Jakarta juga menghadapi kendala, khususnya dari sisi pendanaan.
Orkestra Tingkilan Tepian Mahakam merupakan komunitas yang bergerak secara mandiri, sehingga masih membutuhkan dukungan sponsor untuk keberangkatan dan kebutuhan selama mengikuti kompetisi.
"Kami optimistis kalau peluangnya ada, kami akan berangkat ke Jakarta untuk menampilkan karya-karya tingkilan. Karena kami komunitas mandiri dan biaya kami terbatas, ke depan kami pasti akan mencari sponsor," ucapnya.
Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah dan pihak swasta dapat terus mengalir sehingga anak-anak Kukar bisa tampil maksimal di ajang internasional tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Mahakam Gerbang Raja Migas yang telah memberikan dukungan sebagai sponsor.
Selain itu, dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Dinas Pariwisata Kukar serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu proses latihan dan persiapan anak-anak.
Bahkan saat menghadapi kendala peralatan untuk latihan, Dispora Kukar turut membantu menyediakan peralatan sehingga latihan dapat kembali dilakukan secara maksimal.
"Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selalu memberikan support dan bimbingan. Dinas Pariwisata juga memberikan perhatian terhadap anak-anak. Kemudian dari Dispora kami dibantu alat sound system untuk memaksimalkan latihan," tuturnya.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut, mengingat keberadaan kelompok seni, seperti Orkestra Tingkilan Tepian Mahakam dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah.
“Kami berharap pemerintah daerah, Bupati Kukar dan Wakil Bupati bisa terus mendukung kami. Budaya ini harus terus berlanjut dan dikenalkan sampai ke mancanegara,” katanya penuh harap.
Ia menilai budaya Kutai memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata.
"Kalau budaya kita dikenal sampai mancanegara, tentu bisa menjadi bagian dari promosi pariwisata Kukar. Kita punya event besar, seperti Erau dan lainnya. Ini yang harus terus kita kenalkan," katanya.
Ia juga memberikan apresiasi luar biasa kepada Rita Widyasari, mantan Bupati Kukar, yang disebut turut memberikan dukungan kepada Orkestra Tingkilan Tepian Mahakam, sebelum mengikuti seleksi di Balikpapan.
"Terima kasih kepada Ibu Rita Widyasari yang sudah mendukung, mempromosikan dan mendoakan kami sampai mendapatkan Golden Ticket. Kami akan terus berjuang untuk Kukar," ucapnya.
Kini, Orkestra Tingkilan Tepian Mahakam fokus mempersiapkan penampilan terbaik untuk Januari 2027.
Mereka berharap dukungan dan sponsor dapat terpenuhi sehingga 10 anak Kukar tersebut bisa membawa musik tingkilan dan budaya Kutai tampil di panggung internasional.
"Semoga di internasional nanti di Jakarta kami mendapatkan sponsor dan bisa menampilkan karya-karya budaya Kutai Kartanegara yang terbaik. Salam budaya," tuturnya. (*Zar)