• Rabu, 05 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda saat menjelaskan ke Kepala kamar warga binaan. Selasa (4/8/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda terus mendorong terciptanya lingkungan hunian yang bersih, sehat, dan nyaman. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan sosialisasi pemilahan sampah organik dan nonorganik kepada para kepala kamar warga binaan, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin jajaran pengamanan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran warga binaan terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang tepat.

Dalam kegiatan itu, kepala kamar diberikan pemahaman mengenai peran mereka sebagai perpanjangan tangan petugas untuk menyampaikan edukasi kepada penghuni kamar masing-masing. Kepala kamar diharapkan mampu mengingatkan serta mengawasi warga binaan agar membiasakan diri memilah sampah sebelum membuangnya.

Jajaran pengamanan menilai pemilahan sampah harus dimulai dari sumbernya agar proses pengelolaan dapat berjalan lebih efektif. Kebiasaan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah dan menjaga kebersihan di seluruh blok hunian.

Petugas menjelaskan, perbedaan antara sampah organik dan nonorganik kepada para kepala kamar. Sampah organik meliputi sisa makanan, daun, serta bahan lain yang mudah terurai, sedangkan sampah nonorganik mencakup plastik, botol, kaleng, dan berbagai jenis kemasan.

Selain mengenali jenis sampah, para kepala kamar juga diberikan arahan mengenai tata cara membuang sampah pada tempat yang telah disediakan sesuai kategorinya. Materi tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada seluruh penghuni kamar secara berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab. Para kepala kamar diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun kendala yang berpotensi muncul saat penerapan sistem pemilahan sampah di blok hunian.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham, menyampaikan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembentukan kepribadian dan peningkatan kemandirian warga binaan. Pembinaan juga diarahkan untuk membentuk karakter serta menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Menurut Puang Dirham, edukasi sederhana mengenai pemilahan sampah dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan positif. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan selama warga binaan menjalani masa pidana maupun ketika telah kembali dan berbaur dengan masyarakat.

“Pembinaan tidak hanya berkaitan dengan kepribadian dan kemandirian, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan,” ujar Puang Dirham.

Ia berharap kebiasaan memilah dan membuang sampah sesuai tempatnya dapat terus diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui edukasi sederhana seperti pemilahan sampah, kami berharap warga binaan dapat membangun kebiasaan positif yang bermanfaat selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang kepala kamar warga binaan menilai sosialisasi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Ia menyebut kegiatan itu juga mendorong para kepala kamar untuk lebih aktif mengajak penghuni menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan pemahaman kepada kami mengenai cara memilah sampah dengan benar dan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan hunian,” ungkapnya.

Ia menyatakan siap menyampaikan kembali materi yang diperoleh kepada warga binaan di kamar masing-masing. Menurutnya, keterlibatan seluruh penghuni menjadi kunci agar program kebersihan dapat berjalan secara konsisten.

“Kami akan mengingatkan teman-teman di kamar agar membuang sampah sesuai jenis dan tempatnya. Jika dilakukan bersama-sama, lingkungan Lapas akan menjadi lebih bersih dan nyaman,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda berharap budaya hidup bersih dan peduli lingkungan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Pemilahan sampah sejak dari sumbernya diharapkan menjadi kebiasaan bersama yang mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, tertib, dan ramah lingkungan. (*Abi)



Pasang Iklan
Top