• Selasa, 04 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Wakil Bupati Berau Gamalis bersama Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian M. Amin saat melaksanakan Gerakan Tanam Padi Serentak di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Jumat (31/7/2026).


BERAU, (KutaiRaya.com): Upaya memperkuat ketahanan pangan terus menjadi perhatian Pemkab Berau. Melalui keterlibatan dalam Gerakan Tanam Padi Serentak 50.000 Hektare yang dicanangkan Kementerian Pertanian, Berau menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengambil peran dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

Pelaksanaan gerakan nasional tersebut dipusatkan di kawasan Optimasi Lahan (Oplah) dan Program Cetak Sawah Rakyat di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara maksimal serta memperluas potensi produksi padi di Kabupaten Berau.

Gerakan Tanam Padi Serentak dilaksanakan secara nasional sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan luas areal tanam, memperkuat produksi beras, dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Di Kalimantan Timur, Berau menjadi salah satu daerah yang dipercaya untuk menjadi bagian dari program prioritas tersebut.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian M. Amin, Wakil Bupati Berau Gamalis, jajaran Asisten Setda Berau, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau Lita Handini, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Berau, serta sejumlah undangan lainnya.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan bahwa keterlibatan Berau dalam gerakan tanam serentak menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga penyuluh, kelompok tani, dan seluruh pihak yang bergerak di sektor pertanian.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat kemandirian pangan daerah.

“Program ini merupakan langkah bersama dalam memperkuat sektor pertanian. Harapan kita tanaman yang sudah ditanam dapat dirawat dengan baik hingga menghasilkan produksi maksimal sesuai target yang diharapkan,” ujar Gamalis.

Ia menegaskan, Pemkab Berau akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas pertanian. Salah satunya melalui program Optimasi Lahan (Oplah), yang bertujuan mengembalikan dan meningkatkan fungsi lahan sawah agar lebih produktif.

Selain itu, Berau juga mendapatkan dukungan melalui Program Cetak Sawah Rakyat dengan alokasi lahan seluas 2.000 hektare pada tahun 2026. Program tersebut saat ini masih dalam tahapan Survey, Investigasi, dan Desain (SID), sebelum memasuki tahap pembangunan fisik.

Rencana pengembangan sawah baru tersebut tersebar di lima wilayah kecamatan, yakni Tabalar, Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Segah.

Gamalis menyebut, penambahan luas baku sawah menjadi peluang besar bagi Berau untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian. Saat ini luas baku sawah Kabupaten Berau mencapai sekitar 2.365 hektare.

“Dengan adanya pengembangan lahan pertanian ini, tentu kita berharap luas tanam semakin bertambah dan produksi padi Berau juga terus meningkat. Ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Berau semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala DTPHP Berau Lita Handini menjelaskan, Gerakan Tanam Padi Serentak menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) dan Indeks Pertanaman (IP) di Kabupaten Berau.

Pelaksanaan program tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari DTPHP Berau, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur, penyuluh pertanian lapangan, Brigade Pangan, hingga kelompok tani.

“Melalui gerakan ini kita ingin memastikan lahan pertanian dapat terus produktif. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar target peningkatan produksi padi dapat tercapai dan mendukung program swasembada pangan,” jelasnya.

Ia juga meminta para penyuluh pertanian untuk terus memperkuat pendampingan kepada petani di masing-masing wilayah binaan. Menurutnya, percepatan tanam kembali setelah masa panen menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Dengan dukungan program Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat, kita semua optimistis sektor pertanian akan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan daerah maupun pencapaian swasembada beras nasional,” tandasnya. (Adv/Bul)



Pasang Iklan
Top