
Warga Lansia Lapas Kelas II A Kota Samarinda saat mengikuti Layanan Kesehatan. Jumat (31/07/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga binaan, khususnya kelompok lanjut usia. Sebanyak 14 warga binaan lansia mengikuti kegiatan Posyandu Lansia yang digelar di lingkungan Lapas Narkotika Samarinda, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan sekaligus upaya pemenuhan hak warga binaan untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak selama menjalani masa pidana.
Dalam kegiatan itu, para peserta menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas medis Lapas. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan kondisi fisik, hingga konsultasi kesehatan.
Pemeriksaan rutin tersebut dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai gangguan kesehatan yang berpotensi dialami warga binaan lanjut usia. Melalui pemantauan berkala, kondisi kesehatan peserta diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan senam lansia. Para warga binaan mengikuti gerakan olahraga ringan secara bersama-sama dengan penuh semangat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi kepada seluruh warga binaan lansia. Pemberian makanan tambahan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi serta upaya menjaga daya tahan tubuh peserta.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, mengatakan pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang harus diberikan kepada seluruh warga binaan tanpa terkecuali.
“Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus kami penuhi secara optimal. Bagi warga binaan lanjut usia, perhatian dan pemantauan kesehatan perlu dilakukan secara lebih terarah karena kondisi fisik mereka memerlukan penanganan khusus,” ujar Yohanis.
Ia menjelaskan, kegiatan Posyandu Lansia tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat selama menjalani masa pembinaan.
Yohanis menilai, kebiasaan menjaga kesehatan perlu terus dibangun agar warga binaan lansia tetap aktif dan mampu menjalani kegiatan pembinaan dengan kondisi fisik yang lebih baik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan lansia dapat terus dipantau. Pemeriksaan yang dilakukan secara berkala juga penting sebagai langkah awal untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan kesehatan,” katanya.
Menurut Yohanis, pelaksanaan senam lansia dan pemberian makanan tambahan merupakan bagian dari pendekatan menyeluruh dalam menjaga kesehatan warga binaan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi kondisi fisik, tetapi juga bagi semangat dan kualitas hidup para peserta selama berada di dalam Lapas.
“Selain pemeriksaan kesehatan, kami juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk melakukan aktivitas fisik ringan dan memperoleh tambahan asupan bergizi. Kami berharap mereka tetap aktif, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan,” tuturnya.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan kesehatan merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung proses pembinaan agar berjalan secara optimal.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari pembinaan yang humanis sekaligus upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang sehat, profesional, dan memberikan manfaat,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga binaan lanjut usia mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan Posyandu Lansia yang diselenggarakan pihak Lapas.
“Kami sangat bersyukur karena masih mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan selama berada di dalam Lapas. Dengan adanya pemeriksaan seperti ini, kami bisa mengetahui kondisi kesehatan dan berkonsultasi apabila ada keluhan,” ungkapnya.
Ia menilai senam lansia menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan mengurangi rasa jenuh selama menjalani masa pembinaan.
“Senamnya ringan dan bisa diikuti bersama-sama. Kami merasa lebih segar setelah bergerak, sekaligus senang karena dapat mengikuti kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, pemberian makanan tambahan juga menjadi perhatian yang berarti bagi warga binaan lansia. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan adanya kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan dan gizi para peserta.
“Kami berterima kasih kepada pimpinan dan seluruh petugas yang telah menyiapkan kegiatan ini. Pelayanan seperti ini membuat kami merasa diperhatikan dan semakin termotivasi untuk menjaga kesehatan,” ujarnya.
Warga binaan tersebut berharap kegiatan Posyandu Lansia dapat terus dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, pemeriksaan berkala dan edukasi kesehatan dapat membantu warga binaan lanjut usia menjaga kondisi tubuh selama mengikuti program pembinaan.
“Kami berharap kegiatan ini terus dilakukan karena sangat membantu, terutama bagi kami yang sudah lanjut usia. Semoga pelayanan kesehatan di Lapas semakin baik dan kami bisa terus menjaga kondisi tubuh,” pungkasnya. (*Abi)