• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Dahlia, Jumat (31/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur mulai menyiapkan strategi baru agar menjaga keberlanjutan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengalihkan sebagian besar kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas ke format daring (online) dengan menghadirkan narasumber yang dinilai memiliki kompetensi tinggi.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Dahlia, mengatakan pihaknya tetap berkomitmen melaksanakan program peningkatan kapasitas meski harus menyesuaikan pola pelaksanaan akibat keterbatasan anggaran.

Menurutnya, saat ini Dispar Kaltim masih menyusun formula yang paling tepat agar kegiatan berbasis daring tetap efektif, menarik minat peserta, serta mampu memberikan manfaat yang optimal.

"Kami tetap berupaya mencari inovasi dalam pelaksanaan kegiatan. Salah satunya dengan memanfaatkan pola daring, namun saat ini kami masih menyusun formula yang paling sesuai agar pelaksanaannya berjalan efektif," katanya, Jumat (31/7/26).

Ia menjelaskan, perubahan metode pelaksanaan bukan berarti mengurangi kualitas program. Justru, Dispar Kaltim berencana meningkatkan mutu kegiatan melalui pemilihan narasumber yang memiliki kapasitas dan reputasi yang baik di bidang pariwisata maupun ekonomi kreatif.

Dengan menghadirkan pembicara berkualitas, diharapkan peserta lebih tertarik mengikuti pelatihan meskipun dilaksanakan secara virtual.

"Kalau kegiatannya dilakukan secara daring, kami akan memilih narasumber yang benar-benar berkualitas dan mengangkat tema yang menarik. Harapannya peserta tetap antusias mengikuti pelatihan karena substansi yang diberikan tetap relevan dengan pengembangan kapasitas SDM pariwisata dan ekonomi kreatif," ujarnya.

Selain materi yang lebih berkualitas, Dispar Kaltim juga akan tetap memberikan sertifikat elektronik (e-sertifikat) kepada peserta sebagai bentuk pengakuan atas keikutsertaan dalam kegiatan.

Ia mengatakan e-sertifikat tersebut akan dilengkapi informasi mengenai materi pelatihan, jumlah jam pelajaran (JP), hingga identitas narasumber sehingga memiliki nilai yang lebih baik dibanding pelaksanaan sebelumnya.

"Materi, jumlah jam pelajaran, hingga narasumber akan dicantumkan dalam sertifikat sehingga kualitasnya juga meningkat. Kami ingin peserta tetap memperoleh manfaat meskipun pelatihan dilakukan secara daring," katanya.

Meski demikian, dirinya mengakui tidak seluruh program pengembangan SDM dapat dialihkan ke sistem online. Beberapa kegiatan di sektor ekonomi kreatif masih membutuhkan praktik secara langsung sehingga kemungkinan tetap akan dilaksanakan secara tatap muka dalam skala terbatas.

"Untuk sektor pariwisata relatif lebih memungkinkan dilaksanakan secara daring. Namun, pada ekonomi kreatif ada beberapa kegiatan yang membutuhkan praktik sehingga masih berpeluang dilakukan secara luring, meskipun dengan jumlah peserta yang terbatas," jelasnya.

Ia menambahkan, efisiensi anggaran turut berdampak pada sejumlah komponen pendukung kegiatan, seperti penghapusan biaya perjalanan dinas, konsumsi peserta, hingga uang saku yang selama ini menjadi bagian dari penyelenggaraan pelatihan.

Kondisi tersebut membuat Dispar Kaltim harus menyusun strategi baru agar kegiatan tetap berjalan tanpa mengurangi tujuan utama, yakni meningkatkan kualitas SDM pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.

"Kami sedang mematangkan konsep pelaksanaannya agar tetap efektif dan efisien. Nantinya seluruh rencana tersebut juga akan dikonsultasikan dan menunggu persetujuan Kepala Dinas sebelum diterapkan," pungkasnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top