
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, Kamis (30/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur memanfaatkan kelebihan produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kantornya untuk menyediakan layanan pengisian daya motor listrik secara gratis bagi pengemudi ojek online (ojol). Program ini menjadi salah satu upaya mendukung penggunaan kendaraan listrik sekaligus membantu menekan biaya operasional para pengemudi.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan energi yang dihasilkan PLTS atap kantor belum seluruhnya digunakan, terutama saat akhir pekan dan hari libur ketika aktivitas perkantoran menurun.
"Pada akhir pekan, pemakaian listrik di kantor jauh berkurang sehingga sebagian besar energi dari PLTS tidak terpakai. Karena itu kami manfaatkan kelebihan daya tersebut untuk membantu pengemudi ojek online yang menggunakan motor listrik," ujarnya, Kamis (30/7/26).
Ia menjelaskan, fasilitas tersebut bersumber dari PLTS atap berkapasitas 30 kilowatt peak (kWp) yang telah terpasang di lingkungan Kantor Dinas ESDM Kaltim. Keberadaan instalasi itu tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik kantor, tetapi juga dimanfaatkan agar mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Kalimantan Timur.
Menurutnya, saat hari libur maupun akhir pekan, produksi listrik dari PLTS tetap berjalan optimal, sedangkan kebutuhan listrik kantor menurun drastis. Kondisi tersebut membuat kelebihan energi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
"Daripada energi yang dihasilkan terbuang percuma, lebih baik kami salurkan untuk pengisian motor listrik milik para pengemudi ojol. Harapannya, ini bisa meringankan biaya operasional mereka sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Layanan pengisian daya gratis itu dibuka setiap Jumat hingga Minggu serta pada hari libur nasional mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita.
Program tersebut dinilai mampu memberikan penghematan bagi para pengemudi, mengingat tarif pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) umumnya sekitar Rp2.500 per kilowatt jam.
"Biaya operasional mereka tentu bisa berkurang. Dengan begitu, penghasilan yang diperoleh dari bekerja dapat lebih banyak dibawa pulang untuk kebutuhan keluarga," ungkapnya.
Agar memanfaatkan fasilitas tersebut, pengemudi hanya perlu menunjukkan aplikasi ojek online yang masih aktif kepada petugas di pintu masuk area pengisian daya yang berada di halaman Kantor Dinas ESDM Kaltim.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi bersih di Benua Etam.
"Selain membantu para pengemudi, layanan ini juga menjadi media edukasi kepada masyarakat bahwa penggunaan kendaraan listrik merupakan pilihan yang ramah lingkungan sekaligus efisien," jelasnya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, setiap hari rata-rata terdapat sekitar tujuh hingga sepuluh motor listrik yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Sebagian besar pengguna bahkan melakukan pengisian daya hingga dua kali sehari agar kendaraan tetap siap digunakan untuk melayani pelanggan.
"Kami ingin program ini terus berjalan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan penggunaan kendaraan listrik sekaligus pemanfaatan energi terbarukan di Kalimantan Timur," tutupnya. (*Yud)