
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kekuatan keluarga sebagai fondasi utama masyarakat.
Oleh karena itu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) didorong menjadi garda terdepan dalam membangun keluarga yang tangguh sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kota Balikpapan, Selasa (28/7/2026), yang mengusung tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045."
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas
"Sesungguhnya pembangunan kota dimulai dari rumah. Di sanalah PKK berdiri sebagai pilar utama yang memperkuat keluarga dan masyarakat," ujar Rahmad, di BSCC/DOME.
Ia menilai kekuatan gerakan PKK tidak terletak pada banyaknya kegiatan seremonial, tetapi pada kemampuan para kader menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat. Karena itu, kader PKK diminta menjadi teladan dengan mengimplementasikan langsung 10 Program Pokok PKK dalam kehidupan sehari-hari.
"Yang paling penting adalah bagaimana program-program PKK benar-benar diimplementasikan di tengah masyarakat," terangnya.
Menurutnya, kader harus menjadi contoh melalui tindakan nyata, bukan hanya menyampaikan program, tetapi juga melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di hadapan sekitar 1.000 kader PKK yang hadir sebagai perwakilan dari sekitar 10.000 kader aktif se-Kota Balikpapan, Rahmad menyebut jaringan PKK hingga tingkat Dasawisma merupakan kekuatan sosial yang sangat besar. Keberadaan kader di tengah masyarakat dinilai mampu mempercepat keberhasilan berbagai program pemerintah, mulai dari percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan keluarga, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan pelaku UMKM.
Menurutnya, edukasi akan lebih mudah diterima masyarakat apabila kader telah memberikan contoh nyata di lingkungan masing-masing.
"Kalau kader sudah lebih dulu menerapkan nilai-nilai itu di keluarga masing-masing, masyarakat akan lebih percaya dan lebih mudah mengikuti. Keteladanan adalah bentuk edukasi yang paling efektif," ujarnya.
Rahmad juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus beradaptasi menghadapi perkembangan zaman, terutama melalui peningkatan literasi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan yang menjadi identitas gerakan PKK.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan untuk terus mendukung berbagai program PKK sebagai mitra strategis pembangunan.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Balikpapan juga memberikan apresiasi atas prestasi TP PKK Kota Balikpapan yang berhasil meraih Juara Umum HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda. Balikpapan juga meraih Juara I Lomba Aku Hatinya PKK, Juara I Jarwasnaba, serta Ketua TP PKK Kota Balikpapan menerima Anugerah Puspa Bangsa 2026 atas dedikasinya dalam pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian peringatan HKG PKK turut diisi dengan penyerahan bantuan modal usaha dari Baznas Kota Balikpapan kepada masyarakat melalui TP PKK serta bantuan bibit tanaman dari Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan. Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong penghijauan di lingkungan permukiman.
Menutup kegiatan, Rahmad mengingatkan bahwa masa depan Balikpapan dan Indonesia ditentukan oleh kualitas keluarga yang dibangun hari ini.
"Ketika keluarga menjadi kuat, maka masyarakat akan semakin tangguh. Dari keluarga yang berkualitas itulah lahir generasi yang mampu membawa Balikpapan terus maju dan berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045," tutupnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas
Menurutnya, keluarga merupakan tempat lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Oleh sebab itu, penguatan 10 Program Pokok PKK harus terus dioptimalkan agar mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
"PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga yang tangguh. Dari keluargalah nilai-nilai Pancasila ditanamkan, pendidikan karakter dimulai, kesehatan dijaga, ketahanan pangan dibangun, hingga lahir generasi penerus yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045," tutur Nurlena.
Ia menambahkan, kader PKK memiliki peran penting dalam menggerakkan perubahan sosial melalui jaringan organisasi yang menjangkau hingga tingkat kelurahan dan Dasawisma. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan kader PKK harus terus diperkuat agar program pemberdayaan keluarga memberikan manfaat yang lebih luas.
"Gerakan PKK tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi yang kuat akan memperbesar dampak setiap program sehingga kesejahteraan keluarga terus meningkat dan pembangunan daerah semakin berkualitas," katanya. (Las)