
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto, Selasa (28/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menargetkan seluruh desa yang hingga kini belum menikmati akses listrik dapat teraliri listrik paling lambat pada 2027. Dari total 72 desa yang masih belum berlistrik, sebanyak 36 desa akan dituntaskan pada 2026, sementara 36 desa sisanya dijadwalkan selesai pada 2027.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan percepatan elektrifikasi desa menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah agar meningkatkan pemerataan pembangunan sekaligus memperluas akses pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah terpencil.
"Saat ini masih ada 72 desa yang belum berlistrik di Kalimantan Timur. Sebanyak 36 desa akan kami selesaikan pada tahun 2026, kemudian 36 desa lainnya ditargetkan rampung pada tahun 2027. Dengan demikian, pada 2027 seluruh desa di Kalimantan Timur diharapkan sudah mendapatkan akses listrik," kata Bambang, Selasa (28/7/26).
Menurutnya, penyelesaian program listrik desa tidak hanya akan meningkatkan rasio elektrifikasi, tetapi juga berdampak pada perluasan jaringan listrik antardesa. Ketika program elektrifikasi desa selesai, pengembangan jaringan oleh PT PLN (Persero) juga akan semakin optimal sehingga wilayah yang selama ini belum terhubung dapat ikut terlayani.
"Kalau program listrik desa sudah selesai, maka pengembangan jaringan oleh PLN juga akan mengikuti. Artinya, konektivitas jaringan listrik antardesa secara bertahap juga akan teratasi," ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui tidak seluruh desa dapat dijangkau melalui pembangunan jaringan listrik konvensional. Kondisi geografis, medan yang sulit, hingga lokasi desa yang terpencil menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan pasokan listrik bagi masyarakat.
Agar mengatasi kendala tersebut, pemerintah menyiapkan alternatif berupa pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), khususnya pembangkit listrik tenaga surya. Skema ini diprioritaskan bagi desa-desa yang secara teknis belum memungkinkan dilayani melalui jaringan PLN.
"Ada beberapa desa yang memang jaringan PLN tidak bisa masuk karena berbagai kendala teknis. Untuk wilayah seperti itu, penyediaan listrik akan dilakukan melalui paket energi baru terbarukan, salah satunya memanfaatkan tenaga surya," jelasnya.
Pemanfaatan energi surya dinilai menjadi solusi yang efektif bagi desa-desa terpencil karena tidak bergantung pada pembangunan jaringan distribusi yang membutuhkan investasi besar serta waktu pengerjaan yang relatif panjang. Selain mampu menghadirkan akses listrik, penggunaan energi terbarukan juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Program elektrifikasi desa tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Kehadiran listrik juga diyakini akan membuka peluang pengembangan usaha produktif masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Dinas ESDM Kaltim memastikan pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap sesuai target yang telah disusun. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) dan berbagai pihak terkait agar seluruh desa yang masih belum menikmati layanan listrik dapat segera memperoleh akses energi yang andal dan berkelanjutan.
Dengan target penyelesaian pada 2027, Pemprov Kaltim optimistis seluruh desa di provinsi tersebut dapat menikmati layanan listrik, baik melalui jaringan PLN maupun melalui pemanfaatan energi baru terbarukan di wilayah yang sulit dijangkau. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah. (*Yud)