
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kasus perkelahian remaja yang terjadi di kawasan Balikpapan Timur beberapa pekan ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa upaya mencegah konflik antarremaja tidak cukup hanya mengandalkan aparat, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurut Bagus, pendidikan karakter yang diberikan orang tua, pendidikan agama, serta peran guru di sekolah merupakan fondasi utama dalam membentuk perilaku anak. Ia menilai orang tua perlu meningkatkan komunikasi dengan anak, mengingat sebagian besar waktu mereka dihabiskan di luar pengawasan keluarga.
"Anak-anak menghabiskan sekitar 10 hingga 12 jam di luar rumah. Karena itu, orang tua harus terus membangun komunikasi yang baik, mendengarkan keluhan mereka, memahami permasalahan yang dihadapi, sehingga potensi konflik bisa dicegah sejak dini," ujarnya, pada hari Senin (27/7/2026).
Selain keluarga, Bagus menilai pengawasan dari lingkungan sekitar juga harus diperkuat. Peran ketua RT, kelurahan, kecamatan hingga Satpol PP dinilai penting dalam memantau aktivitas remaja di lingkungan masing-masing, agar potensi gangguan keamanan dapat segera diantisipasi.
Ia juga meminta satuan pendidikan mengoptimalkan fungsi guru Bimbingan dan Konseling (BK). Menurutnya, guru BK tidak hanya berperan saat terjadi masalah, tetapi harus aktif memantau kondisi psikologis dan sosial peserta didik agar gejala kenakalan remaja dapat dideteksi lebih awal.
"Satpol PP terus melakukan patroli di lapangan. Di sisi lain, sekolah juga harus memperkuat fungsi BK untuk mengetahui kondisi anak-anak kita. Yang paling penting tetap peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan keluarga agar komunikasi dengan anak berjalan positif," katanya.
Bagus berharap sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dapat menjadi langkah efektif dalam menekan angka tawuran remaja di Balikpapan. Dengan komunikasi yang terbuka dan pengawasan yang berkelanjutan, berbagai persoalan yang dihadapi anak diharapkan dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan.
Sementara itu, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur, AKP Muhammad Chusen mengatakan kasus perkelahian remaja yang terjadi di wilayah Balikpapan Timur, kini tengah ditangani Polsek Balikpapan Timur. (Las)