
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, Senin (27/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kalimantan Timur dinilai perlu mempercepat diversifikasi ekonomi dengan memperluas sumber-sumber pertumbuhan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha. Langkah tersebut dinilai penting agar mengurangi ketergantungan terhadap sektor-sektor yang mulai mengalami penurunan daya serap tenaga kerja, sekaligus mempersiapkan struktur ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan kebutuhan paling mendesak bagi Kalimantan Timur saat ini adalah penciptaan lapangan kerja dan lapangan usaha yang lebih luas. Menurutnya, perubahan kondisi di sejumlah sektor ekonomi menjadi sinyal bahwa daerah harus mulai mengembangkan sektor-sektor alternatif yang memiliki prospek jangka panjang.
"Yang paling dibutuhkan Kalimantan Timur saat ini adalah lapangan kerja dan lapangan usaha. Kita juga melihat di beberapa sektor mulai terjadi pengurangan kesempatan kerja, sehingga perlu ada sumber pertumbuhan ekonomi baru," ujar Hetifah di Samarinda, Senin (27/7/2026).
Ia menilai sektor pertanian, ketahanan pangan, peternakan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi baru. Berbagai sektor tersebut dinilai mampu menciptakan peluang usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat apabila didukung kebijakan yang tepat.
"Ketahanan pangan, pertanian, hingga peternakan masih memiliki peluang yang sangat besar. Banyak kebutuhan yang sebenarnya bisa diproduksi sendiri oleh Kalimantan Timur sehingga tidak selalu bergantung pada daerah lain," katanya.
Meski demikian, dirinya mengakui transformasi ekonomi dari sektor berbasis sumber daya alam menuju sektor yang lebih beragam tidak dapat dilakukan secara instan. Peralihan tenaga kerja, khususnya dari sektor pertambangan ke sektor lain, membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar menentukan keberhasilan transformasi ekonomi daerah. Karena itu, dunia pendidikan perlu menyesuaikan arah pengembangan program studi dengan kebutuhan industri dan potensi ekonomi Kalimantan Timur di masa mendatang.
"Program studi yang dikembangkan harus melihat prospek ekonomi ke depan. Jika sektor tertentu diproyeksikan tumbuh, maka SDM-nya harus dipersiapkan sejak sekarang agar setelah lulus mereka dapat bekerja atau bahkan menciptakan lapangan usaha sendiri, bukan justru menjadi penganggur," tegasnya.
Ia juga mengapresiasi hadirnya program pendidikan gratis seperti Gratispol yang dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Namun, ia mengingatkan, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan sektor industri dan dunia usaha agar lulusan memiliki ruang untuk berkarya.
"Program pendidikan seperti Gratispol merupakan langkah yang baik. Namun, industri dan sektor ekonominya juga harus dipersiapkan dari sekarang sehingga lulusan sekolah maupun perguruan tinggi dapat langsung terserap atau membangun usaha baru, misalnya di bidang ekonomi kreatif, pariwisata, maupun sektor potensial lainnya," ujarnya.
Dirinya menilai, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi instrumen penting dalam memetakan kondisi riil perekonomian Kalimantan Timur. Data yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan sekaligus kebutuhan masyarakat sehingga menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
"Nantinya akan terlihat sektor mana yang masih prospektif dan apa saja yang dibutuhkan masyarakat. Dengan begitu, kebijakan yang disusun pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan dan mampu memperkuat ekonomi daerah sekaligus memperluas kesempatan kerja," pungkasnya. (*Yud)