• Senin, 27 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Diskominfo Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, Senin (27/7/2026). (Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, terus memperkuat pemerataan layanan digital di seluruh wilayah melalui penguatan jaringan internet, percepatan integrasi sistem pemerintahan, serta peningkatan kualitas data statistik sektoral. Salah satu fokus utama yang kini dikejar adalah penyelesaian infrastruktur kelistrikan di sejumlah titik yang belum terjangkau agar layanan internet dapat beroperasi secara optimal.

Kepala Diskominfo Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan penguatan jaringan internet menjadi prioritas utama, disertai dengan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai kendala yang masih ditemui di lapangan.

"Fokus kami saat ini adalah memperkuat layanan internet sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai kendala di lapangan. Selain itu, kami juga mempercepat integrasi melalui aplikasi SAKTI, mendorong percepatan penandatanganan kerja sama dengan 10 kabupaten dan kota, serta memperkuat statistik sektoral agar keterisian data semakin optimal," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, hasil inventarisasi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur serta PT PLN menunjukkan masih terdapat 13 titik yang belum teraliri listrik dan menjadi prioritas pembangunan pada tahun ini. Menurutnya, penyelarasan lokasi pembangunan jaringan listrik dengan penyediaan akses internet menjadi langkah penting agar kedua infrastruktur tersebut dapat berjalan bersamaan.

"Sebelumnya memang terdapat 112 titik yang berkaitan dengan layanan kelistrikan. Namun, hasil inventarisasi terakhir bersama ESDM dan PLN menunjukkan tersisa 13 titik yang akan dikerjakan tahun ini. Kami sedang menyamakan titik lokasi agar pembangunan jaringan listrik dan internet dilakukan di lokasi yang sama," katanya.

Ia optimis, penyelesaian pembangunan tersebut akan memperluas jangkauan layanan digital di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses.

Selain wilayah yang belum teraliri listrik, Diskominfo Kaltim juga terus memperkuat layanan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dirinya mengatakan pengembangan infrastruktur di kawasan tersebut dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital, serta dukungan dari PLN dan Dinas ESDM Kaltim.

"Sebagian wilayah 3T ditangani oleh pemerintah pusat, sementara sisanya menjadi tanggung jawab kami. Ke depan, kami akan terus menyinkronkan program dengan pemerintah pusat sekaligus berkoordinasi dengan PLN dan Dinas ESDM agar penguatan infrastruktur listrik dan telekomunikasi berjalan beriringan," jelasnya.

Menurutnya, tantangan utama pembangunan jaringan telekomunikasi di wilayah 3T adalah kondisi geografis yang sulit dijangkau. Oleh karena itu, penyediaan sumber energi alternatif masih menjadi solusi sementara agar perangkat telekomunikasi tetap dapat beroperasi.

"Untuk daerah yang belum terjangkau jaringan listrik, saat ini sebagian besar masih memanfaatkan genset sebagai sumber energi. Ke depan tentu kami berharap infrastruktur kelistrikan dapat segera tersedia sehingga layanan internet bisa lebih stabil dan berkelanjutan," pungkasnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top