• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Budi Purnomo, Jumat (24/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk di wilayah perairan. Masyarakat diminta selalu memantau informasi serta peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum melakukan perjalanan laut.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Budi Purnomo, mengatakan keselamatan harus menjadi pertimbangan utama ketika hendak melaut. Menurutnya, perjalanan sebaiknya ditunda apabila BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem atau gelombang tinggi.

"Kalau ingin melakukan perjalanan laut, sekarang sudah saatnya benar-benar memperhatikan informasi dari BMKG. Lihat dulu kondisi cuaca dan tinggi gelombang. Jika ada peringatan dini atau dinyatakan berbahaya, sebaiknya perjalanan ditunda demi keselamatan," katanya, Jumat (24/7/2026).

Selain memantau kondisi cuaca, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar memastikan kapal yang digunakan dalam kondisi laik berlayar. Persiapan logistik dan perlengkapan keselamatan juga dinilai tidak kalah penting sebelum berangkat.

Ia menyebutkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan, seperti memastikan bahan bakar mencukupi, menggunakan jaket pelampung (life jacket), serta memeriksa alat komunikasi, termasuk radio dan ketersediaan baterainya.

"Jangan sampai radionya ada tetapi baterainya habis. Peralatan komunikasi harus dipastikan berfungsi karena sangat penting apabila terjadi kondisi darurat di tengah laut," ujarnya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat agar selalu memberitahukan rencana perjalanan kepada keluarga atau kerabat, termasuk tujuan dan perkiraan waktu kembali. Langkah tersebut dinilai dapat memudahkan proses pencarian apabila terjadi keadaan darurat.

Selain itu, nelayan dan pemancing diminta tidak memaksakan diri melaut sendirian serta segera mencari tempat berlindung apabila cuaca berubah buruk atau muncul badai.

"Kalau terjadi badai, segera cari tempat berlindung. Hindari juga berangkat sendirian. Hal-hal sederhana seperti ini sangat membantu mengurangi risiko ketika berada di laut," katanya.

Menurutnya, nelayan pada umumnya telah memiliki pengalaman membaca tanda-tanda perubahan cuaca. Meski demikian, informasi resmi dari BMKG tetap harus menjadi acuan utama dalam mengambil keputusan.

"Teman-teman nelayan biasanya sudah cukup paham membaca kondisi cuaca. Namun, tetap harus melihat informasi BMKG sebagai dasar sebelum memutuskan melaut," ucapnya.

BPBD Kaltim mencatat gelombang laut dengan ketinggian sekitar 1,5 meter sudah masuk kategori sedang. Kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada arah dan kecepatan angin yang memengaruhi wilayah perairan Kalimantan Timur.

"Gelombang sekitar 1,5 meter sudah masuk kategori sedang. Tingginya bisa berubah tergantung arah angin. Karena itu, ketika BMKG mengeluarkan peringatan dini adanya potensi gelombang tinggi, masyarakat harus benar-benar memperhatikannya," jelas Buyung.

Ia menambahkan, wilayah pesisir selatan Kalimantan Timur menjadi kawasan yang paling berpotensi terdampak kondisi tersebut. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain pesisir Balikpapan hingga Samboja, termasuk sebagian wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Untuk saat ini, wilayah pesisir selatan seperti Balikpapan sampai Samboja menjadi daerah yang perlu mewaspadai dampak angin dan gelombang. Sebagian kawasan pesisir Kutai Kartanegara juga berpotensi terdampak," katanya.

Sementara itu, kondisi perairan di wilayah utara seperti Kabupaten Berau dipengaruhi pola angin yang berbeda sehingga karakteristik cuacanya tidak selalu sama dengan wilayah pesisir selatan.

Meski demikian, ia menegaskan masyarakat Kalimantan Timur telah terbiasa menghadapi berbagai kondisi cuaca. Yang terpenting, menurutnya, adalah terus beradaptasi dengan memperhatikan informasi resmi dan tidak mengabaikan aspek keselamatan.

"Ikan masih bisa dicari di lain waktu, tetapi keselamatan jiwa jauh lebih penting. Kuncinya adalah selalu beradaptasi, mengikuti informasi cuaca, dan tidak memaksakan diri ketika kondisi laut tidak bersahabat," pungkasnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top