
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Balikpapan, Ratih Kusuma, Selasa (21/7/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota Balikpapan mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Paser pada 14–28 November 2026. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Balikpapan akan lebih selektif dalam menentukan atlet yang diberangkatkan dengan memprioritaskan cabang olahraga yang memiliki peluang meraih medali.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan KONI Balikpapan untuk mendata atlet yang akan diusulkan mengikuti Porprov. Di saat yang sama, Disparpora juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) dan Technical Handbook (THB) sebagai acuan penyusunan kontingen.
"Jadwal pertandingan dan kategori yang dipertandingkan harus kami ketahui terlebih dahulu. Setelah itu baru kami menentukan atlet dan cabang olahraga yang akan dikirim, tentunya yang memiliki peluang meraih medali," ujar Ratih, pada hari Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, besaran anggaran kontingen belum dapat dipastikan karena masih bergantung pada jumlah atlet dan ofisial yang akan diberangkatkan. Seluruh kebutuhan, mulai dari transportasi, akomodasi, penginapan hingga uang saku atlet, masih dalam tahap perhitungan.
"Kalau data atlet sudah lengkap, baru kami menyusun kebutuhan anggaran untuk diusulkan melalui APBD Perubahan. Semuanya dihitung secara rinci sesuai jumlah peserta," katanya.
Ratih mengakui Balikpapan tidak memungkinkan mengirim atlet pada seluruh 64 cabang olahraga yang dipertandingkan. Oleh sebab itu, strategi yang diambil adalah memfokuskan kekuatan pada nomor-nomor yang berpotensi menyumbangkan medali bagi Kota Balikpapan.
Berkaca pada pelaksanaan Porprov sebelumnya, kebutuhan anggaran kontingen diperkirakan berada di kisaran Rp15 miliar hingga Rp16 miliar, meski nominal tersebut masih bersifat estimasi dan dapat berubah setelah jumlah atlet ditetapkan.
Selain fokus pada persiapan Porprov, Disparpora juga menyiapkan agenda promosi pariwisata melalui penyelenggaraan kegiatan Perhimpunan Dokter Hewan Seluruh Indonesia (PDHI) yang akan berlangsung di Balikpapan pada 18–19 Oktober 2026.
Sekitar 200 peserta dari berbagai daerah dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Momentum itu akan dimanfaatkan Pemerintah Kota Balikpapan untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan melalui program city tour, termasuk kunjungan ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari upaya memperkuat citra Balikpapan sebagai gerbang utama menuju IKN. (Las)