• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Gubernur Kaltim, Rudy Masud saat sambutan dihadapan siswa dan siswi SMAN 10 Samarinda, Selasa (21/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud bersama Wakil Gubernur Seno Aji, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, jajaran asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Kaltim meninjau langsung SMA Negeri 10 Samarinda, Selasa. Kunjungan tersebut dilakukan agar memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan normal setelah dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2026.

Peninjauan juga difokuskan pada progres pembenahan infrastruktur sekolah yang kini dipersiapkan sebagai bagian dari transformasi SMA Negeri 10 menjadi Sekolah Garuda, sekolah unggulan yang diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas di Kalimantan Timur.

Gubernur Kaltim mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh fasilitas pendukung pendidikan, terutama akses menuju sekolah dan asrama siswa, siap digunakan sehingga proses pembelajaran tidak terganggu.

"Kami ingin memastikan proses belajar mengajar di SMA Negeri 10 ini berjalan normal. Sekolah ini sedang bertransformasi menjadi Sekolah Garuda dan kami berharap dapat menjadi pusat lahirnya generasi emas Kalimantan Timur," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, sejumlah pekerjaan telah menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk penyelesaian akses jalan menuju kawasan sekolah yang kini telah diaspal. Ia mengapresiasi kolaborasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Perusda Kaltim yang mempercepat proses pembenahan dalam waktu singkat.

"Alhamdulillah akses jalannya sudah selesai diaspal. Kami memberikan apresiasi kepada Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, dan Perusda yang bekerja sama agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan baik," katanya.

Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga memprioritaskan rehabilitasi asrama siswa. Ia menjelaskan perbaikan meliputi jaringan listrik, sanitasi, toilet, hingga penggantian instalasi kabel yang dinilai sudah tidak layak digunakan.

Ia mengungkapkan, sebagian besar instalasi listrik sebelumnya mengalami kerusakan bahkan ada yang hilang sehingga harus dibangun kembali demi menjamin keamanan penghuni asrama.

"Pembenahan yang sedang berjalan mencakup sanitasi, jaringan listrik, hingga perbaikan seluruh fasilitas pendukung asrama. Banyak kabel yang sudah rusak bahkan hilang sehingga harus didesain ulang agar lebih aman dan layak," jelasnya.

Pemerintah juga melakukan penataan ulang asrama putra dan putri. Kapasitas asrama diperkirakan mampu menampung lebih dari 400 siswa yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Menurutnya, keberadaan asrama menjadi kebutuhan penting mengingat banyak peserta didik berasal dari daerah yang cukup jauh, seperti Mahakam Ulu dan Kutai Timur.

"Kami melihat siswa yang belajar di sini datang dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, bahkan dari Mahakam Ulu. Karena itu fasilitas asrama harus terus dibenahi agar mereka dapat belajar dengan nyaman," ujarnya.

Dirinya menambahkan, pembenahan fasilitas saat ini masih mengandalkan dukungan Perusda Kaltim dan anggaran pemeliharaan dari Dinas PUPR. Pemerintah akan terus mengevaluasi kebutuhan anggaran lanjutan agar seluruh fasilitas sekolah dapat diselesaikan secara bertahap.

Dalam kesempatan itu, Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki cita-cita besar dan berani melahirkan gagasan maupun inovasi.

"Berpikirlah besar dan jangan takut memiliki cita-cita tinggi. Orang-orang yang sukses adalah mereka yang selalu berbicara tentang gagasan, terobosan, dan inovasi. Seperti pesan Bung Karno, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Kalaupun belum sampai, kalian akan jatuh di antara bintang-bintang," pesannya di hadapan para siswa.

Ia mengakui, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 10 sangat tinggi. Namun, keterbatasan kapasitas asrama membuat sebagian siswa masih harus tinggal di luar lingkungan sekolah.

Karena itu, pemerintah berkomitmen mempercepat rehabilitasi seluruh bangunan, khususnya asrama, agar mampu menampung lebih banyak peserta didik pada tahun-tahun mendatang.

"Sekolah ini memiliki lingkungan yang sangat baik dan potensinya luar biasa. Sangat disayangkan jika fasilitasnya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu kami akan terus mempercepat pembenahan agar seluruh gedung dan asrama dapat digunakan secara optimal," tegasnya.

Dirinya menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, pendidikan menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan daya saing masyarakat.

"Pendidikan menjadi kunci memutus rantai kemiskinan dan keterbelakangan. Selain itu, kesehatan dan infrastruktur juga menjadi prioritas kami karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top