• Selasa, 21 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ribuan masyarakat Samarinda memadati halaman parkir Gelora Segiri untuk menyaksikan laga final piala dunia 2026, Senin (20/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Ribuan warga memadati halaman parkir Gelora Segiri Samarinda untuk menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol melalui kegiatan nonton bareng (nobar), Senin (20/7/2026) dini hari.

Suasana berlangsung meriah sejak sebelum laga dimulai hingga peluit panjang dibunyikan, dengan sorak sorai penonton mewarnai setiap peluang yang tercipta di lapangan.

Pertandingan final berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Kedua tim saling menampilkan permainan menyerang dan adu strategi demi meraih gelar juara dunia. Spanyol mencoba menguasai jalannya laga melalui permainan cepat, sementara Argentina tampil disiplin dalam bertahan dan efektif membangun serangan balik.

Memasuki babak kedua, Argentina mulai tampil lebih lepas. Spanyol beberapa kali menciptakan peluang berbahaya yang memaksa lini pertahanan Argentina bekerja keras mengamankan gawangnya.

Drama terjadi pada penghujung waktu normal ketika gelandang Argentina, Enzo Fernandez, menerima kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Spanyol. Kartu merah tersebut membuat Argentina harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain hingga babak tambahan waktu.

Keunggulan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan Spanyol. Pada menit ke-106 babak tambahan kedua, Ferran Torres sukses memecah kebuntuan setelah mencetak gol yang membawa Spanyol unggul 1-0. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta pada pertandingan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Kemenangan itu sekaligus memastikan Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah berhasil menumbangkan juara bertahan Argentina dalam partai final yang berlangsung sengit.

Di Samarinda, euforia kemenangan Spanyol juga terasa di lokasi nobar. Ribuan masyarakat yang memadati area Gelora Segiri tampak larut dalam atmosfer pertandingan. Sorakan, tepuk tangan, hingga ekspresi tegang mewarnai jalannya laga, terutama ketika kedua tim saling menciptakan peluang berbahaya.

Salah seorang pengunjung, Arif Maulana, mengaku puas dengan jalannya pertandingan yang menurutnya menyuguhkan tontonan berkualitas hingga babak tambahan waktu.

"Pertandingannya benar-benar seru dari awal sampai akhir. Kedua tim sama-sama bermain menyerang dan saling adu strategi. Menurut saya, kemenangan Spanyol memang ditentukan oleh keberanian mereka bermain lebih agresif di babak kedua dan kemampuan pelatih membaca jalannya pertandingan. Kami yang menonton di sini benar-benar terhibur," ujar Arif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin, mengaku sepanjang pertandingan dirinya dibuat tegang karena mendukung Argentina untuk mempertahankan gelarnya.

"Jujur, dari awal pertandingan rasanya seperti senam jantung. Saya memang menjagokan Argentina dan berharap mereka bisa kembali menjadi juara dunia. Namun, sepak bola selalu menghadirkan kejutan. Ketika Argentina harus bermain dengan 10 orang, pertandingan berubah dan Spanyol mampu memanfaatkan situasi itu dengan baik. Meski tim favorit saya gagal mempertahankan gelar, saya tetap bangga dengan perjuangan para pemain Argentina yang tampil ngotot dan memiliki pertahanan yang sangat sulit ditembus sepanjang pertandingan," kata Muslimin.

Kegiatan nonton bareng tersebut berlangsung tertib hingga pertandingan usai. Selain menjadi ajang menyaksikan partai puncak Piala Dunia, kegiatan itu juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan agar menikmati atmosfer sepak bola dunia bersama-sama. Euforia para pendukung, baik yang mendukung Argentina maupun Spanyol, menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat Samarinda terhadap pesta sepak bola terbesar di dunia. (*Yud)



Pasang Iklan
Top