
Fany Aulia Arnelita pada ajang Youth City Changers (YCC) APEKSI Muda 2026, pada tanggal 28 Juni 2026 di Medan.(Foto: Ist)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Program pembinaan kepemudaan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan membuktikan hasil nyata. Berawal dari mengikuti Balikpapan Youth Camp (BYC), Fany Aulia Arnelita berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat nasional dengan meraih penghargaan pada ajang Youth City Changers (YCC) APEKSI Muda 2026 pada tanggal 28-30 Juni 2026 di Medan.
Fany mengaku tidak pernah membayangkan keikutsertaannya dalam BYC akan membawanya menjadi delegasi Kota Balikpapan. Awalnya, ia hanya ingin menambah wawasan dan belajar langsung dari para pemateri berpengalaman di tingkat nasional.
"Kegiatan ini gratis, sehingga memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin maju. Saya mengikuti BYC karena ingin belajar dan mengembangkan diri," ujar Fany saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).
Selama tiga hari dua malam mengikuti kegiatan, Fany memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan, pengembangan kapasitas pemuda, hingga penguatan karakter. Di hari pertama, ia baru mengetahui bahwa BYC juga menjadi ajang seleksi, untuk menentukan delegasi Balikpapan pada YCC APEKSI Muda 2026.
Semangatnya untuk terus berkembang membawanya meraih predikat Best Delegate atau Juara I BYC sekaligus masuk dalam enam delegasi terbaik Kota Balikpapan. Namun, perjalanan belum berhenti. Para finalis masih harus melewati tahap akhir dengan menyusun dan menjalankan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Fany yang juga aktif sebagai anggota PKK Kecamatan Balikpapan Utara menginisiasi program pemberdayaan pemuda yang bertujuan membangun kesadaran generasi muda agar tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. Program tersebut dimulai dari tingkat RT, kemudian berkembang hingga kelurahan dan kecamatan.
Ia pun mempunyai keinginan pemuda mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi lingkungannya. Keberhasilan program tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah kelurahan, kecamatan, PKK, serta masyarakat. Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan buah dari proses panjang, kerja keras, dan kolaborasi berbagai pihak.
Tidak hanya itu, Fany bersama rekan delegasinya juga mengharumkan nama Balikpapan dengan meraih penghargaan Best Performance melalui penampilan Tari Mahligai, tarian khas Kota Balikpapan, pada ajang YCC APEKSI Muda 2026.
Menariknya, penghargaan tersebut diraih tanpa target khusus. Sebelum berangkat ke Medan, delegasi Balikpapan bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) hanya sepakat menampilkan Tari Mahligai sebagai identitas budaya daerah, tanpa mengetahui adanya kategori Best Performance.
"Alhamdulillah, penampilan kami mendapat apresiasi. Kami hanya ingin memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kota Balikpapan," ungkapnya.
Fany berharap kisah perjalanannya menjadi bukti bahwa kesempatan dapat datang dari program pembinaan yang terbuka bagi semua pemuda. Ia pun mengajak generasi muda Balikpapan untuk tidak ragu mengikuti berbagai program pengembangan diri, terus belajar, serta berani menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.
Melalui prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan kepemudaan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga mencetak agen perubahan yang membawa nama Balikpapan bersinar di tingkat nasional. (Las)