
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, Rabu (15/7/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pengisian jabatan pejabat definitif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) tinggal menunggu satu tahapan terakhir.
Setelah proses manajemen talenta rampung, Pemkab Kukar kini menanti terbitnya verifikasi teknis (vertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Jika vertek telah diterima, pelantikan pejabat dipastikan segera dilaksanakan, bahkan berpeluang digelar pada pekan depan.
Rencana pelantikan tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian DPRD Kukar.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani menilai banyaknya jabatan yang masih diisi Pelaksana Tugas (Plt), dapat memengaruhi efektivitas kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurutnya, daerah akan sulit berkembang apabila masih banyak jabatan strategis yang belum diisi pejabat definitif.
Ia meminta pemerintah daerah segera melakukan pengisian jabatan agar tidak ada lagi rangkap tugas maupun jabatan Plt yang berkepanjangan.
"Daerah ini tidak bisa bagus kalau organisasi perangkat daerah itu masih Plt atau pelaksana tugas. Kita minta secepatnya dilakukan pengisian. Tidak boleh ada rangkap jabatan, ada Plt dan seterusnya," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Rabu (15/7/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya segera mengisi jabatan Kepala Inspektorat secara definitif.
Menurutnya, Inspektorat memiliki peran yang sangat strategis dalam melakukan pengawasan, evaluasi, hingga perbaikan terhadap berbagai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Kita harap itu diisi resmi, tidak ada lagi Plt. Karena Inspektorat ini sangat strategis bagaimana dia bisa bekerja melakukan evaluasi, melakukan kontrol, melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan temuan BPK. Tapi kalau masih dirangkap oleh sekretaris daerah, badannya dua sehingga tidak optimal," katanya.
Ia berharap Bupati Kukar dapat mempercepat proses pengangkatan pejabat definitif agar roda pemerintahan berjalan lebih maksimal.
"Kita harap Pak Bupati melakukan percepatan untuk mendefinitifkan semua Plt yang memang menurut saya kerjanya kurang maksimal," tuturnya.
Menanggapi hal ini, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri memastikan proses pengisian jabatan saat ini telah memasuki tahap akhir.
Ia menjelaskan keterlambatan pengisian jabatan bukan tanpa alasan, melainkan karena pemerintah daerah tengah menyelesaikan penerapan sistem manajemen talenta sebagai dasar penempatan pejabat.
"Sekarang sedang berproses. Sekarang seluruh proses ini kita lakukan dengan manajemen talenta, tahapan-tahapannya sudah kita lakukan," tuturnya.
Ia mengatakan, seluruh dokumen saat ini telah diajukan ke BKN untuk mendapatkan verifikasi teknis.
Setelah persetujuan tersebut diterbitkan, pelantikan akan segera dilakukan.
"Sekarang kita sudah meminta verifikasi dengan BKN. Semua sedang berproses, mungkin tidak lama lagi. Bisa jadi minggu depan sudah ada pelantikan," ucapnya. (*Zar)