• Sabtu, 18 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua KONI, Anderiy Syachrum saat melakukan rapat pemetaan cabor, Jumat (17/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Penyusunan program pembinaan olahraga di Kalimantan Timur akan diawali dengan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi setiap cabang olahraga (cabor). Upaya tersebut dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur melalui forum diskusi bersama pengurus cabor, atlet, dan pelatih sebagai langkah awal kepengurusan baru.

Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiyono, mengatakan pertemuan yang berlangsung di ruang rapat KONI Kaltim merupakan inisiatif Ketua KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, agar membangun komunikasi sekaligus menyerap aspirasi dari seluruh insan olahraga.

"Pertemuan ini menjadi agenda perdana yang diinisiasi Ketua Umum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengajak pengurus cabor, atlet, dan pelatih berdiskusi secara langsung mengenai kondisi yang mereka hadapi," ujarnya, Jumat (17/7/26).

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan agar melakukan pemetaan atau due diligence terhadap berbagai persoalan di masing-masing cabang olahraga. Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari ketersediaan venue, fasilitas latihan, perlengkapan olahraga, dukungan anggaran, pembinaan atlet yang berkelanjutan, hingga bentuk apresiasi kepada atlet berprestasi.

"Kami ingin memperoleh gambaran yang utuh dari setiap cabang olahraga. Masukan mengenai fasilitas, peralatan, kebutuhan latihan, dukungan anggaran, sampai penghargaan bagi atlet kami kumpulkan sebagai dasar penyusunan sistem pembinaan," katanya.

KONI Kaltim tengah menyiapkan sebuah dashboard pembinaan yang akan memuat data lengkap setiap cabang olahraga. Sistem tersebut akan mencakup indikator kinerja (KPI), kebutuhan pembinaan, alokasi anggaran, hingga analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan (SWOT) masing-masing cabor.

"Ke depan setiap cabang olahraga akan memiliki dashboard tersendiri. Dari situ kami bisa melihat indikator kinerja, kebutuhan yang belum terpenuhi, serta potensi yang perlu dikembangkan sehingga pembinaan dapat lebih tepat sasaran," jelas Nidya.

Ia menambahkan, penyusunan dashboard dilakukan bersamaan dengan proses transisi kepengurusan KONI Kaltim. Karena itu, seluruh cabang olahraga diminta segera memperbarui data organisasi agar dapat diverifikasi sebelum menjadi dasar penyusunan program pembinaan.

"Saat ini kami masih melakukan pembaruan dan verifikasi data dari seluruh cabor. Proses ini penting sebagai bagian dari pembenahan organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan pembinaan ke depan," ungkapnya.

Sementara, Ketua KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, menegaskan kepengurusan yang baru berkomitmen membangun komunikasi terbuka dengan seluruh cabang olahraga. Menurutnya, setiap masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Kami ingin membangun komunikasi yang lebih intens dengan seluruh cabor. Berbagai persoalan yang mereka sampaikan akan kami inventarisasi satu per satu agar program pembinaan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan atlet maupun organisasi olahraga," pungkas Anderiy. (*Yud)



Pasang Iklan
Top