• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ilustrasi siswa dan siswi mengenakan seragam sekolah.(Foto: Ist)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur menegaskan proses pengadaan program seragam sekolah gratis Tahun Ajaran 2026 tetap berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Penyesuaian jadwal distribusi dilakukan agar memastikan seluruh siswa yang berhak menerima bantuan tidak terlewat.

Program seragam gratis tersebut diperuntukkan bagi peserta didik jenjang SMA/MA, SMK, dan SLB di seluruh Kalimantan Timur. Meski menjadi sorotan publik karena distribusinya belum dimulai pada awal tahun ajaran baru, Disdikbud memastikan proses administrasi maupun pengadaan tidak mengalami keterlambatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menjelaskan keputusan tidak segera mengunci data penerima dilakukan agar proses pendataan tetap mengakomodasi siswa yang masih mengalami perubahan status sekolah.

"Kami sengaja memberikan waktu lebih panjang dalam finalisasi data agar siswa dari keluarga kurang mampu, anak yang sempat putus sekolah, maupun peserta didik yang baru diterima di sekolah swasta tetap dapat masuk sebagai penerima bantuan. Kalau data langsung ditetapkan sejak awal, ada kemungkinan mereka justru tidak terakomodasi," katanya, Jumat (17/7/26).

Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang membuat proses pendataan harus terus diperbarui. Pertama, masih tingginya mobilitas siswa baru, mulai dari perpindahan sekolah, pencabutan berkas, hingga perpindahan ke sekolah swasta setelah tidak diterima di sekolah negeri.

Disdikbud menemukan ketidaksesuaian ukuran seragam yang diinput melalui sistem dengan data riil dari sekolah. Kondisi tersebut mengharuskan dilakukan verifikasi ulang agar ukuran pakaian yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan siswa dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran.

Agar mempercepat pelaksanaan program, Disdikbud Kaltim menerapkan sejumlah langkah percepatan. Sekolah yang data siswanya telah dinyatakan final akan langsung masuk tahap produksi tanpa menunggu sekolah lain menyelesaikan proses pendataan.

Distribusi seragam juga akan dilakukan secara bertahap. Seragam yang telah lolos proses pengendalian mutu (quality control) akan segera dikirim ke masing-masing wilayah mulai pekan ketiga Agustus 2026.

Disdikbud menargetkan seluruh proses pendistribusian seragam gratis rampung pada akhir Oktober 2026.

Disdikbud telah berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa harus terbebani aturan penggunaan seragam baru.

"Kami sudah meminta sekolah memberikan kebijakan yang fleksibel. Selama seragam gratis belum diterima, siswa dipersilakan mengenakan pakaian yang sopan dan pantas atau menggunakan seragam lama yang masih dimiliki. Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan program ini kepada sekolah secara berkala," ujarnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top